Munir Kairoti ; Kalau Negara Tak Mampu Urus, Lepaskan Maluku Atur Diri Sendiri

nasional, Politik21 views

 

Aksi Kembalikan Merah Putih Koreksi Tegas Bagi Negara

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Jakarta,Demokrasi Maluku ; Munir Kairoti tokoh masyarakat yang juga adalah praktisi hukum asal Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku angkat bicara dan mendukung apa yang disuarakan oleh kelompok pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Pemuda dan Mahasiswa Maluku dalam unjuk rasa di Ambon pada 12 Agustus 2026. Aksi protes ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan terhadap ketimpangan pembangunan, isu rasisme, serta pengelolaan sumber daya alam di Malukub

Menurut Munir aksi ini merupakan koreksi tegas bagi pemerintahan negara RI Indonesia yang selama 81 tahun melakukan ketidakadilan bagi masyarakat Maluku.

Seluruh kekayaan alam Maluku dibawah ke pusat sejak Indonesia merdeka bahkan sebelum Indonesia merdeka, hingga hari ini Maluku hanya mendapat tetesan kecil yang tak berarti sedikitpun sementara pemerintah pusat beria-ria dengan kekayaaan negeri kita

Maluku saat ini haus dan lapar , padahal Maluku memiliki SDA besar yang figetuschabis oleh pemerintah pusat dengan dalih UUD 45 pasal 33 .

Kalau negara mau jujur UUD 45 pasal 33 jelas mengisyaratkan bahwa bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Apa yang mereka lakukan apa yang negara lakukan terhadap rakyat terutama terhadap rakyat Maluku ?? Mereka hanya membangun Jawa dan membiarkan kita hidup dalam kesengsaraan , bayangkan kita punya kekayaan SDA laut,hutan,tambang dan lain sebagainya

Contoh minyak bumi di Bula Seram Bagian Timur daerah asal saya, sejak zaman orde lama hingga kini apa yang diperoleh oleh Maluku dan Seram Bagian Timur dan masih banyak lagi kekayaan Maluku yang tak bisa kita hitung satu per satu.

Dimana negara selama ini bahkan Maluku menjadi provinsi keempat temiskib di Indonesiaa,belum lagi kita Maluku di cap sebagai pemberontak terhadap negara melalui organisasi RMS ,
padahal itu bagian dari masa lalu tapi selalu menjadi stigma .

Saat ini rakyat Maluku merasa ketidakadilan yang sungguh luar biasa. Para pemuda mahasiswa menggelar aksi itu hal yg wajar karena mereka merasa negara semakin hari semakin membebani rakyat, menjajah Maluku , menjajah Indonesia dengan program yang menyengsarakan rakyat.

Negara tidak dapat melindungi segenap tumpah darah Indonesia ,negara hanya megasejaterakan orang- orang tertentu dengan kelompoknya,koorporasinya, rakyat mati kelaparan, tak mampu sekolahkan anak.

Kalau negara tak mampu lagi mengelola negara ini, Yach biar masing-masing daerah kelola daerahnya ,supaya jangan negara pusing. Kalau memang tak bisa lagi kita kembali ke RIS supaya kita kelola negara bagian kita masing-masing.

Intinya mendukung penuh gerakan kembalikan merah putih ke negara karena toh pemimpin merah putih tak mampu lagi mempersatukan dalam kebhinekaan dan tak mampu mengsejahterakan rakyat.

Jangankan rakyat di Maluku , Rakyat di Jakarta saja banyak yang sudah .Jadi kalau negara sudah tak mampu lagi , atur baik-baik, kembalikan negara ini ke sistim RIS supaya kita bisa sejahtera . (Ritta Erlina Lekatompessy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *