Generasi Muda Diminta Jadi Benteng Kognitif NKRI, Kemhan dan Pemkot Ambon Perkuat Pembinaan Bela Negara

Daerah0 views

AMBON, 30 Juli 2026 – Pemerintah Kota Ambon bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Badan Cadangan Nasional (Bacatnas) memperkuat komitmen membangun karakter kebangsaan generasi muda melalui Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara bertema “Generasi Muda Penjaga Benteng Kognitif NKRI untuk Indonesia Emas 2045”, yang digelar di Kota Ambon, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, jajaran pengadilan dan kejaksaan, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para guru, dosen, serta ratusan pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kota Ambon.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa makna bela negara pada era modern tidak lagi sebatas mengangkat senjata untuk mempertahankan kedaulatan bangsa. Menurutnya, ancaman yang dihadapi Indonesia kini jauh lebih kompleks, mulai dari perang informasi, penyebaran hoaks, propaganda digital, radikalisme, judi daring, hingga kecanduan gawai yang dapat menggerus persatuan dan karakter bangsa.

“Generasi muda harus menjadi benteng kognitif NKRI. Mereka harus memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu memilah informasi, tidak mudah terprovokasi, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Bodewin.

Ia menambahkan, Kota Ambon memiliki modal sosial yang kuat melalui falsafah hidup Orang Basudara, yang selama ini menjadi perekat kehidupan masyarakat Maluku.

“Nilai-nilai seperti ale rasa beta rasa, potong di kuku rasa di daging, serta semangat Orang Basudara tidak boleh hanya menjadi slogan. Nilai itu harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk nyata bela negara,” katanya.

Bodewin juga mengajak generasi muda meneladani semangat perjuangan pahlawan nasional asal Maluku, seperti Kapitan Pattimura dan Martha Christina Tiahahu, dengan mengisi kemerdekaan melalui prestasi, pendidikan, disiplin, serta menjaga persatuan bangsa.

Sementara itu, Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Luhut Marpaung, menjelaskan bahwa pembinaan kesadaran bela negara merupakan program strategis pemerintah dalam menghadapi berbagai ancaman multidimensi yang berkembang di era digital.

Menurutnya, pembinaan bela negara dilaksanakan melalui tiga jalur utama, yakni pendidikan, pekerjaan, dan kemasyarakatan. Dari ketiga jalur tersebut, sektor pendidikan menjadi fondasi utama untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini.

“Melalui pendidikan kita ingin melahirkan generasi muda yang tidak mudah terombang-ambing oleh hoaks, tidak terpecah karena provokasi, memiliki karakter kebangsaan yang kuat, serta mampu menjadi penjaga akal sehat publik dan persatuan bangsa,” jelasnya.

Ia menegaskan, dasar hukum bela negara telah diamanatkan dalam Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mewajibkan setiap warga negara ikut serta dalam upaya pembelaan negara melalui Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).

Sebagai bentuk tindak lanjut, seluruh peserta yang mengikuti rangkaian materi pembinaan akan memperoleh sertifikat resmi sebagai Kader Bela Negara. Para kader diharapkan menjadi agen perubahan yang aktif menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan, menangkal penyebaran informasi palsu, serta mengedukasi masyarakat melalui media sosial maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Brigjen TNI Luhut menekankan bahwa keberhasilan pembinaan bela negara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, dunia pendidikan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen bangsa.

Melalui sinergi antara Kementerian Pertahanan dan Pemerintah Kota Ambon ini, diharapkan lahir generasi muda yang tangguh secara intelektual, berkarakter, cinta tanah air, serta mampu menjadi benteng kognitif bangsa dalam menghadapi tantangan global demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.Tasya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *