MALUKU TENGAH, 15 Agustus 2026 — Semangat kemerdekaan dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.
Salah satu rangkaian kegiatan yang mendapat antusiasme masyarakat adalah lomba baris-berbaris dan gerak jalan indah yang melibatkan puluhan peserta dari unsur sekolah maupun masyarakat. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi untuk menanamkan nilai perjuangan, kedisiplinan, nasionalisme, dan persatuan kepada generasi muda.
Upulatu (Raja) Negeri Liang, Taslim Samual, mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI harus mampu memberikan pemahaman kepada generasi penerus bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan dan leluhur bangsa.
“Kegiatan ini kami laksanakan secara terencana. Tujuannya untuk mengedukasi, terutama generasi muda dan para pelajar, agar memahami bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan besar para leluhur dan pahlawan terdahulu,” ujar Taslim.
Menurutnya, generasi saat ini tidak lagi menghadapi perjuangan dalam bentuk peperangan seperti yang dilakukan para pendahulu. Namun, perjuangan tersebut harus dilanjutkan melalui pendidikan, pembangunan, karya positif, serta upaya menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Taslim juga mengingatkan generasi muda Maluku untuk tidak melupakan sejarah perjuangan para pahlawan daerah, termasuk Kapitan Pattimura dan pejuang-pejuang Maluku lainnya yang telah memberikan kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Libatkan Sekolah hingga Masyarakat
Penyelenggaraan lomba baris-berbaris dan gerak jalan indah dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari lembaga pendidikan tingkat TK hingga SLTA, Pemerintah Negeri Liang, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.
Sebanyak 18 peserta ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri dari unsur TNI dan Polri.
Taslim menilai keterlibatan berbagai elemen tersebut menjadi bagian penting dalam membangun rasa kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah negeri, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak kita belajar tentang disiplin, kekompakan, tanggung jawab, dan semangat persatuan,” katanya.
Sepak Bola Antarangkatan Pererat Silaturahmi
Semarak HUT RI ke-81 di Negeri Liang tidak hanya diwujudkan melalui lomba baris-berbaris. Berbagai kegiatan lain turut digelar untuk mempererat hubungan antarmasyarakat dan anak-anak Negeri Liang.
Salah satunya merupakan kegiatan yang digagas Upu Anak Amariang (UA), sebuah wadah perkumpulan putra-putri Negeri Liang yang berada di perantauan. Mereka menggelar pertandingan sepak bola antarkelompok berdasarkan tahun kelulusan.
Menurut Taslim, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan kembali anak-anak Negeri Liang yang selama ini tersebar di berbagai daerah.
“Siapa pun anak Negeri Liang, di mana pun sekarang berada, selama lulus pada tahun yang sama bisa bergabung menjadi satu tim. Tujuannya untuk mempererat kembali tali silaturahmi sesama anak negeri,” tuturnya.
Ia menggambarkan semangat tersebut melalui filosofi yang telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Maluku, yakni rumpun bambu.
“Orang Maluku ibarat rumpun bambu. Satu akar, satu tunas, satu semangat. Tumbuh sendiri-sendiri, tetapi tetap bersatu dan kokoh dalam satu rumpun,” ungkapnya.
Pela Pendidikan Jadi Simbol Persaudaraan
Semangat persatuan juga terlihat dari keterlibatan SMP Negeri 9 Ambon yang memiliki hubungan kerja sama pendidikan atau pela pendidikan dengan SMP Negeri 21 Liang.
Kedua sekolah tersebut tampil dan berbaur bersama dalam rangkaian kegiatan HUT RI, bersama peserta dari sejumlah kampung di Negeri Liang, seperti Sulia, Wai, Tulia, dan wilayah lainnya.
Bagi Taslim, kehadiran kedua sekolah menjadi gambaran nyata bahwa semangat persaudaraan dan pela bukan sekadar simbol, melainkan dapat diwujudkan melalui kerja sama di bidang pendidikan dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dorong Pendidikan dan Ekonomi Masyarakat
Di luar rangkaian perayaan HUT RI, Pemerintah Negeri Liang juga tengah mempersiapkan sejumlah langkah pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Taslim menyebut peningkatan fasilitas pendidikan masih menjadi salah satu perhatian penting. Selain itu, penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian dari visi pembangunan Negeri Liang ke depan.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah pengembangan Koperasi Merah Putih yang diarahkan untuk mengelola potensi unggulan negeri secara terpadu, mulai dari hasil pertanian, perkebunan hingga hasil laut.
Pengelolaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada produksi, tetapi dilanjutkan melalui proses pengolahan hingga pemasaran sehingga memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Seluruh warga dan pegawai diharapkan menjadi anggota, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata. Kami ingin membangun ekonomi masyarakat yang mandiri, maju, dan berkelanjutan berbasis potensi Negeri Liang,” jelas Taslim.
Upacara 17 Agustus Dipimpin Upulatu
Sebagai puncak rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemerintah Negeri Liang akan melaksanakan upacara bendera pada Senin, 17 Agustus 2026, di Lapangan Matahari Negeri Liang.
Upacara tersebut akan dipimpin langsung oleh Upulatu Negeri Liang dan diikuti berbagai unsur masyarakat.
Taslim berharap seluruh rangkaian kegiatan kemerdekaan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan kecintaan terhadap daerah dan bangsa, serta membangun semangat generasi muda untuk terus berkarya.
“Semoga ke depan Negeri Liang semakin maju, damai, dan aman. Kegiatan-kegiatan positif seperti peringatan kemerdekaan ini harus terus dilestarikan menjadi tradisi tahunan yang memperkuat jati diri dan persatuan kita semua,” pungkasnya.Tasya.P















