AMBON, 13 Oktober 2026 — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1504/Ambon menjadi wujud nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Komandan Kodim (Dandim) 1504/Ambon, Letkol Inf. Rudolf Gleend Paulus, S.I.P., menegaskan bahwa keberhasilan program TMMD tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan pembangunan fisik, tetapi juga oleh kuatnya kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam mendukung setiap tahapan kegiatan.
Hal tersebut disampaikan Rudolf dalam pelaksanaan TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026 yang dipusatkan di Dusun Seri, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (13/10/2026). Program tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena.
Menurut Rudolf, TMMD merupakan sarana untuk mempererat hubungan antara TNI dan rakyat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dan pelayanan dasar.
Ia menjelaskan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar seluruh sasaran program dapat terlaksana dengan baik. Selain mendukung proses pembangunan, warga juga diharapkan ikut menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ini adalah bentuk sinergi antara TNI dengan pemerintah daerah dalam berbagai level. Peran serta dan kontribusi masyarakat sangat penting untuk berpartisipasi bersama TNI dan Polri. Namun, hasilnya juga mesti dijaga dengan baik,” kata Rudolf.
Ia menambahkan, pengalaman pelaksanaan TMMD di sejumlah dusun yang sebelumnya menghadapi keterbatasan pembangunan menunjukkan bahwa program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
Karena itu, sebagai Dandim yang baru, Rudolf berharap kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak boleh berhenti setelah kegiatan TMMD selesai, tetapi perlu dilanjutkan melalui berbagai program pembangunan lainnya.
“Sebagai Komandan Kodim yang baru, kami juga mengharapkan kolaborasi ini jangan terputus. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan, baik fisik maupun nonfisik, akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 1504/Ambon, sejumlah sasaran pembangunan fisik telah direncanakan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat.
Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan jalan lingkungan, jembatan, talud, saluran drainase, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), jaringan perpipaan dan reservoir air, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga mencakup kegiatan nonfisik yang diarahkan untuk membantu masyarakat, termasuk pembagian paket sembako kepada warga.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap infrastruktur dasar sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong di lingkungan setempat.
Pelaksanaan TMMD ke-130 menjadi momentum untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja bersama yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Keberhasilan program ini nantinya tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan, tetapi juga dari sejauh mana fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan, dirawat, dan memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan warga.
Dengan dukungan seluruh pihak, program TMMD diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak pemerataan pembangunan di Kota Ambon, sekaligus memperkokoh sinergi antara aparat dan masyarakat dalam membangun daerah.
tasya




















