AMBON, 22 September 2026 — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon melaksanakan kegiatan Gemba Walk Management di KMP Inelika, KMP Rokatenda, serta Pelabuhan Waipirit dan Hunimua. General Manager ASDP Cabang Ambon, Sigit Purwanto, memimpin langsung peninjauan untuk memastikan penerapan prinsip Safety, Service, dan Security berjalan di setiap lini pelayanan.
“Gemba” = Turun ke Lapangan, Bukan Sekadar di Kantor
Sigit Purwanto menjelaskan, “Gemba” artinya turun langsung ke tempat kejadian perkara — naik ke kapal, menyapa awak, meninjau pelabuhan, melihat kondisi nyata. Kegiatan ini bukan acara tahunan, melainkan rutinitas wajib. Setiap Senin pagi, jajaran sudah berkumpul untuk saling mengingatkan agar keselamatan menjadi kesadaran diri sendiri, bukan sekadar perintah.
1. Safety — Keselamatan Harga Mati, Tidak Bisa Ditawar
“Keselamatan adalah harga mati, tidak bisa ditawar. Kapal yang tidak layak, tidak akan kami izinkan berlayar,” tegas Sigit.
ASDP Cabang Ambon mengelola 11 unit kapal yang melayani 31 lintasan. Semua kapal wajib diperiksa secara berkala. Alat keselamatan pun diteliti satu per satu:
– Lampu pelampung LED: masa pakai 3 tahun, wajib diganti
– Jaket pelampung: diperiksa kondisi fisik — robek/rapuh langsung diganti
– Jika ada alat yang tidak berfungsi → kapasitas penumpang langsung dikurangi sesuai jumlah alat yang tersedia dan berfungsi
2. Service — Pelayanan Ramah, Rapi, dan Mudah Diakses
Pelayanan menjadi wajah ASDP di mata masyarakat. Petugas diharapkan tampil rapi, bersih, dan menyapa setiap penumpang dengan ramah.
“Kami terus menyempurnakan sistem pembelian tiket secara daring agar masyarakat tidak perlu antre panjang. Perbaikan ini dilakukan bertahap, agar semakin mudah dijangkau oleh semua kalangan,” ujarnya.
Kenyamanan di atas kapal, kebersihan ruang tunggu, hingga ketepatan waktu keberangkatan — semuanya ditinjau dan ditingkatkan.
3. Security — Keamanan Ketat, Melindungi Penumpang & Aset
Selain keselamatan dan pelayanan, aspek keamanan juga diperkuat. Pengawasan di pelabuhan dan di atas kapal diperketat, barang bawaan diperiksa, serta akses masuk ke area terbatas dijaga ketat.
“Kami memastikan tidak ada celah yang membahayakan penumpang, kru, maupun kapal itu sendiri. Keamanan ini berjalan beriringan dengan keselamatan — satu tidak boleh ditinggalkan demi yang lain,” tambah Sigit.
Komitmen Seluruh Jajaran
Kegiatan Gemba Walk ini mencakup seluruh wilayah operasi — Ambon, Seram, Waipirit, Hunimua, hingga pelabuhan lainnya. Tujuannya satu: mewujudkan pelayanan penyeberangan yang aman, nyaman, dan andal bagi seluruh masyarakat Maluku.
“Kami hadir di lapangan bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk melihat bersama, memperbaiki bersama, dan melayani dengan sepenuh hati. Tiga S ini bukan slogan, melainkan janji yang kami jalankan setiap hari,” pungkas Sigit Purwanto.
Tasya P
















