Catatan Akhir Reses — Anos Yermias: Dari Pulau ke Pulau, Dengarkan Langsung Suara Masyarakat Maluku Barat Daya  

Parlemen1 views

AMBON, 12 September 2026 — Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yermias, secara resmi menutup pelaksanaan Reses Masa Sidang I tahun 2026 yang berlangsung selama 11 hari, sejak 1 hingga 11 September 2026. Dalam catatan perjalanannya, ia menyampaikan bahwa kunjungan ke pulau-pulau terpencil Maluku Barat Daya bukan sekadar tugas kelembagaan, melainkan wujud kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat perbatasan negara.

 

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Anos Yermias mengawali perjalanan dari Moa, lalu menyambangi pulau-pulau terluar lainnya: Damer–Metimiarang, Luang Barat, Luang Timur, Lakor, Karbubu di Wetar Barat, Masapun dan Mahuan di Wetar Selatan, hingga Desa Nomaha di Kisar Utara. Laut luas, gelombang, cuaca, serta jarak antarpulau yang jauh tidak menjadi penghalang baginya untuk hadir langsung di tengah masyarakat.

 

“Laut yang luas, gelombang, cuaca, serta jarak antarpulau tidak boleh menjadi alasan bagi seorang wakil rakyat untuk tidak hadir bersama masyarakat. Sebab bagi saya, suara masyarakat harus didengar langsung dari tempat mereka tinggal,” tegas Anos dalam catatan resesnya.

 

Sepanjang perjalanan, sejumlah aspirasi utama yang disampaikan warga antara lain:

 

– Peningkatan pelayanan listrik hingga 24 jam serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan jaringan kelistrikan

– Penguatan transportasi laut dan masuknya kapal perintis ke wilayah yang belum terlayani

– Ketersediaan air bersih serta pembangunan talud untuk menanggulangi abrasi pantai

– Peningkatan pelayanan kesehatan dan kemudahan evakuasi pasien darurat

– Bantuan alat tangkap bagi nelayan

– Pengembangan tanaman unggulan seperti kakao dan kelapa hibrida

– Perlindungan wilayah perairan dari praktik penangkapan ikan ilegal (illegal fishing)

– Dan berbagai kebutuhan pembangunan lainnya

 

Di Desa Nomaha, Anos bersama Kepala PLN ULP Moa meninjau langsung lokasi yang disiapkan untuk pembangunan PLTS. Pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga menyatakan kesiapan menghibahkan lahan seluas sekitar 7 hektare untuk pembangunan tersebut.

 

Di Metimiarang, ia berjumpa warga sekaligus personel Satuan Tugas Pengamanan Wilayah Pamputer TNI AL yang menjaga perbatasan. Sementara di Karbubu, Masapun, dan Mahuan, masyarakat menyampaikan kerinduan akan kehadiran kapal perintis, pelayanan kesehatan yang lebih baik, akses pasar, serta perhatian pemerintah bagi wilayah perbatasan.

 

Seluruh aspirasi tersebut telah dicatat dan sebagian langsung dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, PLN, serta instansi terkait. Anos menegaskan akan memperjuangkannya sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi maupun melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya dan Pemerintah Pusat.

 

“Reses boleh berakhir hari ini, tetapi tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat tidak pernah berakhir. Saya pulang membawa catatan, harapan, dan pergumulan yang menjadi amanah yang harus diperjuangkan,” ucapnya.

 

Anos juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, aparat keamanan, jajaran PLN, para nakhoda dan kru kapal, serta seluruh masyarakat yang telah menerima dan mendampingi perjalanan ini.

 

“Dari pulau ke pulau — mendengar, melayani, dan memperjuangkan. Berkarya dengan hati, melangkah dengan pasti,” pungkasnya.

Tasya. P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *