Saadiah Uluputty: PB IPPMAL Jadi Modal Besar Pemersatu Pemuda Maluku Menuju Indonesia Emas 2045

Daerah1 views

AMBON, 29 Agustus 2026 — Pengurus Besar Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Laimu (PB IPPMAL) resmi dilantik dan menggelar Rapat Kerja dengan tema “Bersatu dalam Semangat Persaudaraan, Berkarya untuk Kemajuan Maluku Menuju Indonesia Emas 2045”, Sabtu (29/8/2026). Anggota DPR RI, Saadiah Uluputty, hadir dan memberikan apresiasi sekaligus pandangan mendalam terhadap keberadaan organisasi pemuda ini.

Pelantikan dan rapat kerja ini menjadi momentum penting bagi pemuda, pelajar, dan mahasiswa asal Negeri Laimu untuk bersatu, menyusun program kerja, dan menyatukan visi menuju kemajuan bersama. Saadiah Uluputty menegaskan bahwa organisasi seperti PB IPPMAL bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan sistem pendukung dan perekat persaudaraan yang sangat berharga.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

 

“Paguyuban dan organisasi pemuda yang terbentuk sebenarnya menjadi supporting system. Mereka adalah satuan-satuan terkecil yang terhimpun, tempat berkumpulnya orang-orang meskipun jauh dari negerinya. Di dalamnya mereka menyusun rencana kerja, membahas kemajuan pendidikan, ekonomi, keamanan, serta mempererat silaturahmi kekeluargaan,” ujar Saadiah.

Saadiah juga menyampaikan kabar gembira terkait pembangunan infrastruktur dasar di Provinsi Maluku. Tahun 2026 ini, sekitar 13 paket program air bersih dan sanitasi sedang dalam tahap pembangunan dan akan segera dimanfaatkan masyarakat.

 

“Air bersih dan sanitasi merupakan salah satu parameter kualitas hidup yang sehat dan bersih. Kebutuhan ini sangat dirasakan, terutama di pulau-pulau terluar. Harapannya, fasilitas ini dapat menjawab persoalan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan hidup yang layak dan bersih,” jelasnya.

Kehadiran ratusan sarjana dari negeri-negeri di Maluku — termasuk Laimu, Kailolo, Pelau, dan Negeri Lima — menjadi bukti kesadaran pemuda untuk berkontribusi. Saadiah menekankan semangat kebersamaan yang sejalan dengan “Ambon Par Samoa”: Ambon milik semua orang. Siapa pun yang datang ke Ambon harus menjadikannya tempat kebersamaan dan berkontribusi untuk kebaikan bersama.

 

“Jika setiap negeri mampu membentuk wadah persatuan seperti ini, perbedaan bukan lagi pemisah, melainkan kekayaan yang menyatukan kita. Ini adalah modal besar bagi kemajuan Maluku,” tegasnya.

Tema yang diangkat dalam kegiatan ini — “Bersatu dalam Semangat Persaudaraan, Berkarya untuk Kemajuan Maluku Menuju Indonesia Emas 2045” — dinilai memiliki visi yang luar biasa dan jauh ke depan. Saadiah berharap seluruh pengurus dan anggota PB IPPMAL senantiasa bersatu, saling mendukung, dan mewujudkan tema tersebut dalam karya nyata bagi Negeri Laimu, bagi Maluku, dan bagi Indonesia.Tasya.P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *