FJPI Maluku Bekali Jurnalis Hadapi KBGO, Bangun Pemberitaan Sensitif dan Berperspektif Korban

Daerah2 views

AMBON – Menghadapi maraknya ancaman kekerasan berbasis gender di ruang digital, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Cabang Maluku menggelar workshop bertajuk “KBGO dan Tantangan Jurnalis di Era Digital” di Biz Hotel Ambon, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang diikuti 40 jurnalis pria maupun perempuan se-Maluku ini bertujuan memperkuat kompetensi insan pers dalam meliput kasus secara profesional, beretika, serta mengutamakan perlindungan dan kepentingan korban.

 

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Ketua FJPI Maluku, Frida Rayman, menjelaskan bahwa kemajuan teknologi digital membawa dampak positif sekaligus risiko serius. Beragam bentuk Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai dari pelecehan digital, penyebaran konten pribadi tanpa izin, doxing, hingga ancaman berulang kian meluas, dengan perempuan sebagai kelompok paling rentan terdampak.

 

“Media tidak hanya sekadar menyampaikan berita. Jurnalis memiliki tanggung jawab besar membangun kesadaran publik melalui tulisan yang akurat, berimbang, dan sensitif. Workshop ini kami harapkan mampu memperdalam pemahaman sekaligus membekali keterampilan praktis agar setiap liputan kasus KBGO tidak memperparah penderitaan korban, melainkan berpihak pada keadilan dan hak asasi manusia,” ungkap Frida saat membuka acara secara resmi.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada IPAS dan seluruh mitra pendukung yang mendukung terselenggaranya pelatihan ini sebagai wujud komitmen bersama meningkatkan kualitas jurnalistik di wilayah Maluku.

 

Sementara itu, perwakilan INPEX, Evants Adam, menekankan bahwa tantangan bagi jurnalis khususnya perempuan kini semakin kompleks seiring perpindahan ruang interaksi ke dunia maya. Ancaman yang dulu terjadi secara langsung kini hadir dalam bentuk baru yang cepat menyebar dan sulit dipulihkan dampaknya.

 

“Literasi dan peningkatan kapasitas bukan sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak. Berita yang disusun dengan pemahaman yang tepat dapat mencegah dampak lanjutan sekaligus membangun ekosistem pers yang aman dan inklusif bagi semua pihak,” ujar Evants.

 

Kegiatan berlanjut dengan pemaparan materi mendalam tentang jenis-jenis KBGO, diskusi tukar pengalaman lapangan, serta sesi tanya jawab yang hangat dan konstruktif. Para peserta berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam tugas sehari-hari, sehingga lahir karya jurnalistik yang berkualitas, bertanggung jawab, dan menjadi garda terdepan melindungi kelompok rentan di tengah derasnya arus informasi era digital. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *