AMBON, 30 Juli 2026 – Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits L. Tamaela, S.E., menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai bela negara kepada generasi muda sebagai langkah strategis memperkuat ideologi Pancasila, menjaga persatuan bangsa, sekaligus menghadapi berbagai ancaman di era digital.
Pernyataan tersebut disampaikan Mourits saat menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Badan Cadangan Nasional di Kota Ambon, Kamis (30/7/2026).
Menurut Mourits, DPRD Kota Ambon memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Pertahanan RI yang telah memilih Ambon sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program pembinaan kesadaran bela negara menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat dan membangun karakter generasi muda.
“Atas nama DPRD Kota Ambon, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Pertahanan RI melalui Badan Cadangan Nasional atas terselenggaranya kegiatan ini. Ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan sosial dan ketahanan negara,” ujar Mourits.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Badan Cadangan Nasional, Letjen Gabriel Lema, Kepala Pusat Bela Negara Brigjen TNI Luhut Marpaung, serta jajaran Kodam dan Kodim 1504/Ambon yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Mourits menegaskan bahwa penanaman kesadaran bela negara harus dimulai sejak dini agar generasi muda memiliki karakter yang kuat, cinta tanah air, serta memahami pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman.
Menurutnya, Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Undang-Undang Dasar 1945 harus menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
“Kalau nilai-nilai itu tidak ditanamkan dengan kuat, maka ideologi kebangsaan akan mudah terkikis. Generasi muda harus memiliki semangat kebhinekaan yang kokoh agar mampu menjadi benteng menghadapi berbagai upaya yang ingin memecah belah persatuan bangsa,” katanya.
Ketua DPRD Kota Ambon itu mengingatkan bahwa tantangan bela negara saat ini tidak lagi hanya berupa ancaman fisik, tetapi juga ancaman nonmiliter seperti penyebaran hoaks, provokasi melalui media sosial, hingga serangan siber yang dapat memengaruhi persatuan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih bijak menggunakan media sosial dengan selalu menyaring informasi sebelum membagikannya kepada publik.
“Kita harus mampu membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan. Jangan ikut menyebarkan berita yang belum dipastikan kebenarannya atau memicu konflik. Kita harus hadir menjadi penyejuk, bukan menjadi api yang membakar persatuan,” tegasnya.
Mourits menilai nilai-nilai bela negara juga sejalan dengan filosofi hidup masyarakat Maluku, yakni Pela Gandong, yang selama ini menjadi simbol persaudaraan, kebersamaan, dan perdamaian.
Ia berharap semangat tersebut terus dihidupkan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita pernah mengalami masa-masa sulit akibat konflik sosial. Karena itu, seluruh masyarakat harus tetap menjaga persaudaraan dan waspada agar persoalan kecil tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mourits berharap program pembinaan kesadaran bela negara tidak berhenti pada kegiatan yang dilaksanakan Kementerian Pertahanan saja, tetapi juga menjadi agenda rutin pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Menurutnya, edukasi bela negara harus dilakukan secara berkelanjutan untuk menghadapi tantangan krisis ideologi, perkembangan teknologi informasi, serta dinamika global yang semakin kompleks.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan rasa cinta tanah air melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar memeriahkan perayaan dengan atribut seremonial.
“Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan cinta kepada bangsa, menjaga persatuan, menghormati jasa para pahlawan, dan terus merawat perdamaian di Kota Ambon maupun Provinsi Maluku,” pungkasnya.
Berita ini telah disusun dengan pola jurnalistik 5W+1H, menggunakan struktur piramida terbalik, bahasa yang lugas, serta menonjolkan unsur berita, kutipan, dan konteks agar lebih menarik dibaca.Tasya

















