Bupati Malra Darah Para Martir Hasilkan Para Iman di Bumi Kei.

Uncategorized114 views
Link Banner

Malra, Demokrasi Maluku : “Seorang putra evav menjadi uskup Keuskupan Amboina di Maluku dan Maluku utara maka di awal sambutan ini isinkan saya mengutip kata bijak santa Theresia dari Kalkuta ” Iman dalam tindakan adalah cinta dan cinta dalam tindakan adalah pelayanan”

Hal tersebut disampaikan Bupati dalam sambutanya pada syukuran Uskup Diosis Amboina di wilayah Kei Kecil di Stadion Maren Langgur.Minggu malam 15/5/2022.

Bupati Thaher menyampaikan bahwa kumpulan semua orang yang dalam acara syukuran pada malam ini bukan hanya karena iman melainkan karena cinta dan cinta masyarakat evav kepada yang mulia Bapa Uskup terpilih MGR Seno Ngutra seperti slogan yang selalu dimainkan oleh Bapa Uskup Seno Ino Ngutra dimana mana dalam kunjungannya satu cinta seribu senyum.

Menurut Bupati Thaher satu cinta seribu senyum disenyumu ku temukan cintanya cinta Tuhan ya karena cinta akan nuhu evav maka kei adalah tempat pertama dikunjungi oleh Bapa Uskup Seno Ino Ngutra setelah tabisanya di gereja katedral pada tanggal 23 april yang lalu.

Kei merupakan daerah pertama uskup Diosis Amboina MGR Seno Ngutra berkunjung yakni Kei Maluku Tenggara dan Kota Tual yang tercinta.

Hari ini menjadi puncak kunjungan perdana uskup Amboina MGR Seno ino Ngutra di tanah evav merupakan sebuah peristiwa iman yang luar biasa karena untuk pertama kalinya paus fransiskus di fatikan mempercayakan tugas yang mulia kegembalaan seorang uskup di keuskupan Amboina kepada seorang pastor asal Maluku lebih khusus lagi Kei seorang Putra evav yang tercinta.

Benar kata orang bahwa darah martir itu selalu menyuburkan iman umat dan kita rasakan dan alami di Tanah Evav ini uskup yohanis Ars dan para pastor yang ditembak mati oleh tentara jepang di pantai langgur telah menyuburkan panggilan sehingga dari darah ini lahir para suster,pastor,frater,buser dan tiga uskup yakni uskup yosep tethool dari Ngilngof,Uskup jhon saklil dari Ohoiel ,dan uskup Seno dari Waur jelas Bupati Thaher.

Baca Juga  Ini Daftar Politeknik Negeri Yang Bisa Kamu Pilih di SNMPTN dan SBMPTN 2021

Menurut Bupati Thaher ini bukan berkat bagi masyarskat di kampung atau umat Katholik melainkan untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara dan Maluku utara secara umum dan Maluku Tenggara dan Kota Tual secara khusus.

Terpilihnya Pastor Seno Ino Ngutra sebagai uskup pada keuskupan Amboina menjadi moment yang tak terlupakan dan akan tercatat dalam sejarah gereja.

Maluku dan Maluku utara,kalian dan saya adalah saksi sejarah karena pasti banyak diantara kita tidak akan menemukan peristiwa pentabisan seorang uskup seperti ini bilah diperhitungkan bahwa masa jabatan uskup seno Ini sampai pada umur 75 tahun atau selama 24 tahun lamanya.
Karena ini moment langka di dunia maka sebagai bupati yang memimpin Maluku Tenggara saya telah memastikan sehingga semua perayaan,sarana pendukung seperti jalan dan sarana transportasi dan tempat acara semuanya tersedia pada waktunya demi menyukseskan acara ini.

Sebagai bupati kepala daerah Bupati Thaher merasa dirinya diberkati dan terhormat dikarenakan di masa pemerintahannya jabatanya bersama wakil bupati peristiwa yang mulia pentabisan ini terjadi.

Bupati Thaher juga sampaikan bahwa sebagai orang beriman dirinya percaya bahwa ini bukanlah kebetulan tetapi semuanya dalam rencana Tuhan dan syukur kepada Tuhan kerena mengizinkan dirinya dan wakil bupati pada moment yang terhormat ini.

Olehnya itu dirinya sebagai Bupati dan wakil bupati di Maluku Tenggara dirinya mengharapkan doa Uskup untuk nuhu evav baik Pemerintah mau pun masyarakatnya agar kedamaian dan kebahagiaan tetap bersemi di tanah bumi larvul Ngabal yang indah ini.

Untuk diketahui Bupati Thaher mengakhiri sambutanya dengan menyanyikan lagu “Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai” lagu yang biasa dinyanyikan umat Katholik di Gereja dan mengundang semua orang Katholik di tempat itu untuk bernyanyi bersama.

Baca Juga  Pemprov Maluku Harap Penyaluran Al-Qur'an Galakan Dakwah & Nilai Alquran

Untuk diketahui juga bahwa umat yang hadir pada moment langka tersebut untuk umat Katholik sebanyak 20 ribu orang khususnya dan umat beragama lainya bersama-sama mengikuti misa akbar tersebut.(D-05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *