Tutuhatunewa ; Apresiasi Kehadiran Gubernur Maluku
Ambon, Demokrasi Maluku : Pemerintah Provinsi Maluku mendapat perhatian serius dari Kementrian Luar Negeri ,(Kemenlu) terkait penguatan kerja sama kemaritiman internasional karena Maluku di pandang sebagai salah satu dari sejumlah provinsi di Indonesia yang bercirikan Kepulawan dan memiliki luas laut yang sangat besar dibanding daratan , hal ini disampaikan Spica A.Tutuhatunewa Director/Chief Strategist centre for Policy Strategy for America and Europa Kemenlu RI di Santika Hotel Premiere Ambon, Rabu (14/01/2026).
Spica mengemukakan, kegiatan hati ini dan besok merupakan kegiatan Rapat koordinasi Kemaritiman Indonesia Belanda dan Perancis .
Spica mengatakan, pelaksanaan rapat koordinasi di Ambon pada awal tahun ini mencerminkan besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap Maluku sebagai provinsi kepulauan dan berkarakter maritim, meskipun pelaksanaan anggaran tahun berjalan belum berjalan optimal tapi kegiatan tetap dilaksanakan
“Kami datang ke Maluku di awal tahun karena Bilateral Maritime Forum di Belanda sangat penting. Kami ingin mendengar langsung aspirasi daerah, khususnya Maluku yang memiliki posisi strategis dalam pembangunan maritim nasional,” ujar dia.
Sebagai bentuk keseriusan, Kemenlu RI secara resmi mengundang Gubernur Maluku beserta tim untuk bergabung dalam delegasi Indonesia pada forum maritim bilateral Indonesia–Belanda tersebut.
Dalam rangkaian agenda forum, delegasi Indonesia juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke Pelabuhan Rotterdam, salah satu pelabuhan terbesar dan paling maju di dunia, yang diharapkan dapat menjadi referensi sekaligus inspirasi bagi pengembangan pelabuhan di Maluku.
“Pak Gubernur dan tim nantinya dapat melihat langsung tata kelola Pelabuhan Rotterdam. Kami berharap pengalaman itu bisa menjadi inspirasi nyata bagi pengembangan pelabuhan di Maluku ke depan,” katanya Tika.
Kegiatan ini dilakukan awal tahun karena Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sementara mem persiakan diri untuk menghadiri Bilateral Maritime Forum Indonesia–Belanda yang dijadwalkan berlangsung pada 10–13 Februari 2026 di Belanda.
Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa Kemenlu RI, Tika Tutuhatunewa, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif Gubernur Maluku yang secara langsung memaparkan prioritas pembangunan daerah, khususnya di sektor kepelabuhanan khususnya dan kematitiman umumnya.
“Kami sangat senang dan bangga karena Pak Gubernur hadir langsung serta menyampaikan secara jelas apa yang menjadi prioritas Provinsi Maluku. Secara khusus, beliau menekankan pentingnya pengembangan pelabuhan sebagai penopang utama ekonomi maritim,” ujar dia pula.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri sejumlah kementerian dan pemangku kepentingan strategis, di antaranya Pelindo, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Direktorat Jenderal Perhubungan, serta instansi terkait lainnya.
Seluruh peserta rapat sepakat bahwa arah pembangunan pelabuhan ke depan harus mengusung konsep pelabuhan hijau (green port).
Konsep pelabuhan hijau tidak hanya menekankan modernisasi dan integrasi sistem logistik, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan, termasuk pengelolaan sampah pelabuhan serta limbah kapal secara terpadu dan berkelanjutan.
“Pelabuhan yang kita dorong adalah pelabuhan yang komprehensif, modern, dan memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik, baik dari aktivitas pelabuhan maupun dari kapal-kapal yang beroperasi,” kata dia (Ritta.E.Lekatompessy)













