MASOHI – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Masohi menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk memperkuat komitmen dalam melanjutkan pembangunan daerah yang berkelanjutan, merata, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, S.P., M.A.P., saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Maluku Tengah menyambut HUT ke-69 Kota Masohi Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Senin (2/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Zulkarnain mengajak seluruh masyarakat untuk kembali merefleksikan perjalanan sejarah Kota Masohi yang diresmikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, pada 3 November 1957.
Menurutnya, lahirnya Kota Masohi tidak terlepas dari cita-cita besar untuk membangun persatuan, mempererat kebersamaan, serta menanamkan semangat gotong royong sebagai landasan kehidupan masyarakat.
Ia juga menyampaikan penghargaan dan penghormatan kepada para leluhur, raja-raja, tokoh adat, serta masyarakat Negeri Amahai, Makariki, Haruru, Ruta, Sepa, Tamilouw, Waraka, dan negeri-negeri lainnya yang telah berkontribusi dalam proses lahir dan berkembangnya Kota Masohi.
Apresiasi serupa diberikan kepada para bupati, wakil bupati, serta pimpinan dan anggota DPRD dari berbagai periode yang telah meletakkan dasar pembangunan Kabupaten Maluku Tengah hingga saat ini.
Mengusung tema “Bergerak, Bertumbuh, Berdaya”, peringatan HUT ke-69 Kota Masohi diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat tekad bersama dalam mendorong perubahan dan mempercepat pembangunan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati turut memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang memperlihatkan perkembangan positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Maluku Tengah tercatat meningkat dari 75,10 pada 2024 menjadi 75,87 pada 2025.
Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 17,67 persen menjadi 16,71 persen, sementara pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 4,76 persen.
Kendati menunjukkan perkembangan yang positif, Zulkarnain mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, berbagai capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus bekerja dan menyelesaikan persoalan pembangunan yang masih dirasakan masyarakat.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama sekaligus menjadi dorongan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat yang masih harus kita tuntaskan. Amanah kepemimpinan yang kami emban saat ini bukanlah untuk memulai dari awal, melainkan melanjutkan perjuangan para pendahulu dan membawa Maluku Tengah menuju keadaan yang lebih baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan DPRD, disertai dukungan masyarakat serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, kolaborasi dan partisipasi seluruh elemen menjadi modal penting untuk memastikan program pembangunan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Zulkarnain juga mengingatkan kembali filosofi Kota Masohi, yakni “Jangan jemu mendaki kalau hendak ke puncak cita.” Filosofi tersebut, katanya, mengandung makna bahwa setiap keberhasilan membutuhkan ketekunan, kesabaran, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat Maluku Tengah untuk terus menjaga persaudaraan, merawat persatuan, serta memperkuat budaya gotong royong.
Ia berharap, di usia ke-69 tahun, Kota Masohi semakin maju dan berkembang sebagai rumah bersama yang mampu menghadirkan kehidupan lebih baik serta masa depan yang penuh harapan bagi generasi mendatang.
tasya













