LIANG, demokrasimaluku.com – Raja Negeri Liang, Taslim Samual, mendorong penguatan upaya pencegahan stunting melalui peningkatan pendampingan keluarga, pemantauan kesehatan ibu dan anak, serta koordinasi lintas sektor di Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.
Dorongan tersebut disampaikan Taslim dalam kegiatan rapat koordinasi lini lapangan bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan unsur terkait. Kegiatan ini menjadi wadah evaluasi pelaksanaan program kesehatan keluarga sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Taslim mengatakan, koordinasi lapangan penting dilakukan secara berkala untuk memastikan program pendampingan keluarga berjalan sesuai sasaran. Kegiatan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan lansia, pendampingan ibu hamil dan ibu menyusui, pemantauan tumbuh kembang balita, serta pembinaan kelompok remaja.
Menurutnya, keberhasilan program kesehatan keluarga membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah negeri, tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana, hingga masyarakat.
Ia menegaskan, perhatian terhadap kesehatan keluarga tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan gizi, pendidikan, serta pendampingan sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh dan berkembang.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat mengetahui pekerjaan yang sudah dilaksanakan di lapangan, termasuk berbagai kendala yang dihadapi petugas dalam mendampingi keluarga,” ujarnya.
Taslim juga mengingatkan para orang tua agar rutin memantau pertumbuhan anak, termasuk berat badan dan lingkar kepala, serta mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan. Dengan demikian, apabila ditemukan masalah pertumbuhan, anak dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Sementara itu, Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Salahutu, Asril, menjelaskan bahwa penanganan kasus yang sebelumnya terjadi di wilayah tersebut telah dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Menurut Asril, proses penanganan berawal dari Pusat Informasi dan Advokasi (PIA), kemudian diteruskan ke puskesmas untuk mendapatkan tindak lanjut. Pemantauan terhadap kasus tersebut masih terus dilakukan.
Ia juga memaparkan sejumlah program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang mendukung peningkatan kualitas keluarga, di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamas), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), serta program pemberdayaan lanjut usia melalui SIDAYA.
Program Genting mendorong keterlibatan masyarakat dalam membantu keluarga berisiko stunting melalui dukungan gizi maupun non-gizi. Sementara itu, Tamas mendukung pengasuhan anak, GATI mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan, dan SIDAYA berfokus pada pemberdayaan warga lanjut usia agar tetap sehat dan produktif.
Asril berharap pemerintah dapat memberikan dukungan maksimal terhadap pelaksanaan program-program tersebut agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dukungan terhadap program pencegahan stunting juga disampaikan Babinsa Negeri Liang, Aipda Ali Samowal. Ia mengatakan, dirinya beberapa kali mengikuti kegiatan sosialisasi dan membantu warga, khususnya ibu hamil yang membutuhkan pendampingan untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
Apabila terdapat ibu hamil yang tidak dapat menghadiri kegiatan pemeriksaan karena kondisi tertentu, ia berupaya berkoordinasi dengan petugas untuk membantu mengantarkan yang bersangkutan ke lokasi pelayanan kesehatan.
Menurut Ali, kedekatan dengan masyarakat menjadi modal penting dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap kesehatan ibu dan anak.
Ia berharap kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan dapat dilaksanakan lebih sering sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak serta pencegahan stunting sejak dini.
Selain itu, Raja Negeri Liang menyampaikan bahwa pembangunan dapur untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dilaksanakan di wilayah Liang dan Wai. Pendataan keluarga berisiko stunting, terutama ibu hamil dan ibu menyusui, juga menjadi perhatian untuk mendukung pelaksanaan program sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui koordinasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, upaya pencegahan stunting di Negeri Liang diharapkan semakin optimal sehingga dapat mendukung terwujudnya keluarga yang sehat dan berkualitas.
tasya
















