Piru, Demokrasi Maluku ; Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) memang harus memanfaatkan sumber daya alam yang ada di daerah ini untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita memiliki kekayaan alam yang luar biasa banyak, termasuk nikel, sinabar, dan marmer namun sampai saat ini, bupati dan wakil bupati belum mampu memanfaatkannya dengan baik dan maksimal untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat”.
Potensi-potensi tambang ini justru perlu dibicarakan ulang agar dapat beroperasi dengan benar, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan sekaligus memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten SBB.
Efisiensi fiskal yang dilakukan oleh pemerintah pusat juga berdampak langsung kepada daerah, sehingga belanja modal kita pun tersendat-
-sendat karena keterbatasan anggaran.
Oleh sebab itu, jika sumber daya alam yang melimpah tidak segera dikelola dengan sungguh-
-sungguh untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan menambah PAD, dikhawatirkan sampai habis masa pemerintahan ini pun kondisi akan tetap begini saja.
Rakyat tidak boleh dibiarkan makin hari makin susah sementara kekayaan alam terabaikan.
Potensi-potensi sumber daya alam ini harus dibicarakan ulang secara serius, baik yang belum memiliki izin operasional maupun yang sudah memiliki izin tetapi tidak beroperasi secara normal karena berbagai kendala.
Pemerintah daerah harus terlibat langsung untuk mendorong agar usaha-usaha tambang yang sudah ada dapat beroperasi dengan baik.
“Kita harus memanfaatkan sumber daya alam ini secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat,
emikian juga dengan potensi alam lainnya seperti kayu, rotan, dan damar.
Hal-hal ini juga harus diperhatikan secara serius, meskipun izin pengelolaannya berada di tingkat provinsi, namun secara teritorial semuanya berada di wilayah Kabupaten SBB.
Pemerintah kabupaten harus ikut terlibat dan memastikan pengelolaannya tetap memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat di daerah ini.(*)




















