Diduga Terlibat Penganiayaan Warga, Raja Nuruwe Disorot, Masyarakat Desak Bupati Ambil Tindakan

Daerah6 views

SBB, DEMOKRASIMALUKU.COM – Dugaan tindakan penganiayaan terhadap sejumlah warga di Desa Nuruwe, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), menjadi sorotan masyarakat. Insiden yang diduga melibatkan Kepala Desa (Raja) Nuruwe, Simon Matital, bersama sejumlah staf desa, ketua RT, dan anggota Linmas tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat (29/10/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga setempat, peristiwa itu bermula ketika beberapa pemuda yang baru pulang dari hutan setelah melakukan aktivitas pengambilan damar menggelar acara syukuran di salah satu rumah warga di kawasan RT 01 Upe Kolam, Desa Nuruwe, sekitar pukul 10.00 WIT.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Dalam kegiatan tersebut, para pemuda diduga sedang mengonsumsi minuman keras. Namun, menurut keterangan sejumlah sumber masyarakat, situasi awalnya berlangsung tanpa adanya keributan maupun tindakan yang mengganggu warga sekitar.

Situasi kemudian berubah setelah Kepala Desa Nuruwe bersama sejumlah staf, ketua RT, dan anggota Linmas diduga mendatangi lokasi dengan membawa benda keras berupa kayu dan perlengkapan lainnya.

Kedatangan rombongan tersebut diduga berujung pada tindakan kekerasan terhadap para pemuda yang sedang berada di lokasi. Sejumlah warga mengaku para korban dipukul hingga mengalami luka-luka, sementara sebagian lainnya berhamburan menyelamatkan diri.

Peristiwa ini memunculkan keresahan di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan tindakan aparat pemerintahan desa yang seharusnya memberikan perlindungan dan menciptakan ketertiban, bukan justru diduga terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap masyarakat.

Hal yang lebih memprihatinkan, berdasarkan keterangan sumber masyarakat, dalam insiden tersebut Kepala Desa Nuruwe diduga sempat melontarkan pernyataan bernada ancaman di hadapan sejumlah warga, staf desa, serta anggota kepolisian yang berada di lokasi.

Pernyataan yang diduga disampaikan tersebut berbunyi, “Ambil senjata, tembak mereka, kasih mati.”

Jika pernyataan tersebut benar disampaikan, maka persoalan ini perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Kepolisian diharapkan segera melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat, termasuk mendalami dugaan ancaman tersebut serta memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam peristiwa itu.

Masyarakat meminta agar proses hukum dilakukan secara profesional, objektif, dan tanpa pandang bulu, sehingga tidak ada pihak yang merasa kebal terhadap hukum.

Tidak hanya mendesak proses hukum, sejumlah warga juga meminta Bupati Seram Bagian Barat segera mengevaluasi jabatan Kepala Desa Nuruwe, Simon Matital, menyusul mencuatnya dugaan penganiayaan tersebut.

Desakan itu turut dikaitkan dengan persoalan lain yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat, yakni dugaan penyimpangan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Nuruwe.

Bahkan, berdasarkan informasi awal yang beredar di tengah masyarakat, dugaan penyimpangan anggaran tersebut disebut-sebut berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga mencapai Rp500 juta. Namun, angka tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan dan audit resmi oleh instansi berwenang.

Karena itu, masyarakat juga mendesak Inspektorat Kabupaten Seram Bagian Barat agar segera menuntaskan pemeriksaan terhadap laporan dugaan penyimpangan ADD dan DD Desa Nuruwe serta menyampaikan hasilnya kepada pihak terkait.

Warga berharap dua persoalan tersebut, yakni dugaan penganiayaan dan dugaan penyimpangan keuangan desa, tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.

Masyarakat menegaskan bahwa jabatan kepala pemerintahan desa merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, mengedepankan keteladanan, serta menghormati hak-hak masyarakat.

Atas kejadian tersebut, masyarakat meminta Polres Seram Bagian Barat maupun aparat kepolisian terkait segera menyelidiki dugaan penganiayaan dan ancaman yang dilaporkan terjadi dalam insiden tersebut.

Pemeriksaan terhadap saksi-saksi, korban, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dinilai penting untuk mengungkap secara terang kronologi dan penyebab kejadian.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai identitas para korban, kondisi luka, serta keterangan resmi dari Kepala Desa Nuruwe maupun pihak kepolisian belum diperoleh.

Seluruh dugaan dalam peristiwa ini tetap harus dibuktikan melalui proses hukum dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

tasya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *