TNI–Unpatti Kolaborasi Kaji Penataan Sungai Waitomu, Utamakan Kajian Ilmiah dan Kelestarian Lingkungan

TNI POLRI3 views

AMBON, demokrasimaluku.com – Kodam XV/Pattimura bersama Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon memperkuat sinergi dalam mendorong penataan kawasan Sungai Waitomu yang berwawasan lingkungan. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui praktik lapangan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang melibatkan mahasiswa dan dosen Unpatti di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XV/Pattimura, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang akademis bagi mahasiswa untuk mengkaji secara langsung aspek lingkungan dalam proses pembangunan dan penataan kawasan sungai. Melalui diskusi interaktif dan peninjauan lapangan, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya kajian ilmiah sebagai dasar perencanaan pembangunan yang sesuai dengan ketentuan hukum serta memperhatikan kelestarian lingkungan.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Dalam kegiatan tersebut, Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura Brigjen TNI Julius Jolly Suawa, S.Sos., bersama jajaran perwira dan staf Kodam XV/Pattimura menyambut kehadiran tim akademisi dan mahasiswa Unpatti di Serambi Kehormatan Makodam.

Dalam pemaparannya, Julius menegaskan bahwa penataan infrastruktur, termasuk kawasan sungai dan ruang publik, perlu memperhatikan keseimbangan antara manfaat bagi masyarakat, kepatuhan terhadap regulasi, serta keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada penataan fisik kawasan, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek ekologis dan kepentingan sosial-ekonomi masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Salah satu upaya yang turut disoroti dalam penataan Sungai Waitomu adalah rencana atau penggunaan trash boom atau trash barrier, yakni penghalang sampah yang berfungsi membantu menahan sampah agar tidak terbawa aliran sungai.

“Termasuk pembuatan trash boom atau yang sering disebut trash barrier sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebersihan kawasan sungai,” ujar Julius.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Lingkungan dan Sumber Daya Alam pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unpatti, Dr. Ir. Abraham H. Tulalessy, M.Si., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan melakukan kajian terhadap aspek lingkungan dari kegiatan penataan kawasan Sungai Waitomu yang dikerjakan Kodam XV/Pattimura.

Ia menekankan pentingnya memperhatikan ketentuan perundang-undangan dalam setiap kegiatan pembangunan yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

Sejumlah regulasi yang menjadi perhatian dalam kajian tersebut antara lain Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 4 Tahun 2021 tentang daftar usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL), Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL), atau Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL).

Abraham juga menyampaikan apresiasi kepada Kodam XV/Pattimura, khususnya Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., atas inisiatif penataan kawasan tersebut. Ia berharap upaya itu dapat mendorong terciptanya kawasan sungai yang lebih tertata dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Diskusi antara jajaran Kodam XV/Pattimura dan akademisi Unpatti berlangsung interaktif, dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami penerapan kajian lingkungan dalam kegiatan pembangunan secara langsung.

Melalui kolaborasi ini, kedua pihak diharapkan dapat terus memperkuat sinergi antara institusi pertahanan dan perguruan tinggi, khususnya dalam menghasilkan kajian serta rekomendasi ilmiah yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Ambon.

Pendekatan berbasis kajian ilmiah diharapkan menjadi landasan penting dalam penataan Sungai Waitomu, sehingga pembangunan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperhatikan kelestarian ekosistem dan meminimalkan risiko dampak lingkungan di masa mendatang.

tasya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *