AMBON, 13 Oktober 2026 — Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, secara resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1504/Ambon Tahun Anggaran 2026 di Dusun Seri, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (13/10/2026).
Program TMMD ke-130 diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah sasaran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan warga.
Dalam sambutannya, Wattimena menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar pembangunan dapat menjawab kebutuhan warga serta menjangkau wilayah yang masih membutuhkan perhatian.
Menurutnya, TMMD merupakan salah satu bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Program ini tidak hanya berorientasi pada penguatan ketahanan dan keamanan wilayah, tetapi juga berperan dalam mendorong pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Pembangunan tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan sinergi, semangat gotong royong, serta keterlibatan seluruh elemen bangsa,” ujar Wattimena.
Mengusung tema “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, TMMD ke-130 menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa, negeri, kelurahan, dan lingkungan masyarakat.
Wattimena berharap program tersebut mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar, memperbaiki aksesibilitas, dan membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi warga. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari berdirinya infrastruktur, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah sasaran fisik TMMD ke-130 di Dusun Seri meliputi pembangunan jalan lingkungan, jembatan, talud, saluran drainase, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), jaringan perpipaan dan reservoir air, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).
Pembangunan jalan dan jembatan diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mempermudah akses terhadap fasilitas pelayanan publik, serta mendukung aktivitas perekonomian. Sementara itu, pembangunan talud dan drainase ditujukan untuk mendukung penataan lingkungan, sedangkan penyediaan sarana sanitasi dan jaringan air bersih diharapkan membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.
Selain pembangunan fisik, pelaksanaan TMMD juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antara aparat dan masyarakat. Keterlibatan warga dalam proses pembangunan diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pekerjaan yang nantinya dimanfaatkan bersama.
Dengan dimulainya TMMD ke-130 di Dusun Seri, perhatian selanjutnya tertuju pada pelaksanaan setiap sasaran agar berjalan sesuai rencana dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Kualitas pekerjaan serta pemeliharaan infrastruktur setelah program berakhir juga menjadi faktor penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat, program TMMD ke-130 diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan mendorong peningkatan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
tasya


















