Pangdam Pattimura Tegaskan Jasa Veteran Tak Boleh Dilupakan

TNI POLRI50 views

AMBON — Semangat perjuangan dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan mewarnai peringatan Hari Veteran Nasional 2026 yang dirangkaikan dengan HUT Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), HUT Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), serta silaturahmi bersama berbagai elemen masyarakat dan awak media di Kota Ambon.

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Upacara Makodam XV/Pattimura, Ambon, Rabu (12/8/2026), tidak sekadar menjadi seremoni mengenang masa lalu. Momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara veteran, purnawirawan, prajurit aktif, komunitas masyarakat, pengemudi ojek online (ojol), tukang becak, hingga insan pers.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., dalam kesempatan itu menegaskan bahwa semangat pengabdian tidak pernah berhenti hanya karena seorang prajurit telah melepas seragam atau memasuki masa purnatugas.

Menurut Dody, para veteran dan purnawirawan merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa. Mereka telah memberikan tenaga, pikiran, bahkan mempertaruhkan jiwa dalam perjuangan mempertahankan negara dan membangun daerah.

“Wajib hukumnya kami menghormati dan kami sangat merasakan semua perjuangan Bapak-Bapak,” tegas Dody.

Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada Brigadir Jenderal TNI (Purn) Karel Albert Ralahalu. Bagi Dody, Ralahalu bukan hanya seorang senior, tetapi juga guru, komandan, orang tua, sekaligus panutan bagi banyak pihak di Maluku.

Dody menilai perjuangan para pendahulu tidak berhenti pada catatan sejarah militer. Gagasan dan pengabdian mereka turut memberikan kontribusi terhadap pembangunan Maluku.

Salah satu yang disinggungnya adalah pembangunan Jembatan Merah Putih di Ambon yang disebut tidak terlepas dari gagasan dan perjuangan Karel Albert Ralahalu.

“Tanpa ide dan gagasan beliau, Jembatan Merah Putih mungkin belum terbangun sampai sekarang,” ungkapnya.

Pangdam mengaku terharu ketika kembali mendengar kisah perjuangan para senior yang sejak usia muda telah menghadapi berbagai dinamika dan pertempuran.

Karena itu, ia meminta generasi prajurit saat ini tidak hanya mengenang jasa para pendahulu, tetapi juga menjadikan nilai perjuangan tersebut sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas.

“Cepat atau lambat itu hanya masalah waktu. Pada akhirnya saya juga akan menjadi veteran,” kata Dody.

Ia menekankan, perjalanan seorang prajurit tidak semata-mata diukur dari pangkat, jabatan maupun seragam yang dikenakan. Kemuliaan seorang prajurit, menurutnya, justru terlihat dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada orang lain.

“Saya selalu menyampaikan kepada prajurit saya, mulianya seorang prajurit itu hanya satu, jika dia bisa banyak bermanfaat buat orang lain,” ujarnya.

TNI dan Rakyat Tak Terpisahkan

Dalam kesempatan tersebut, Dody juga mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan antara TNI dan masyarakat.

Ia menilai prajurit pada hakikatnya merupakan bagian dari masyarakat. Karena itu, hubungan tersebut harus terus dirawat melalui komunikasi, kepedulian dan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan warga.

“Antara rakyat dengan TNI itu ibarat ikan dengan air, yang tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Kehadiran pengemudi ojol, tukang becak, komunitas masyarakat dan awak media dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pesan kebersamaan yang ingin dibangun.

Dody menyebut masyarakat yang setiap hari bekerja keras mencari nafkah, menyekolahkan anak dan mempertahankan kehidupan keluarganya sebagai “pejuang hidup.”

Menurutnya, perjuangan tidak selalu berlangsung di medan perang. Di tengah kehidupan sehari-hari, masyarakat juga menghadapi perjuangan masing-masing untuk mempertahankan keluarga dan masa depan.

Bagi Dody, bekerja keras, bertahan menghadapi kesulitan serta memberikan yang terbaik bagi keluarga dan lingkungan merupakan bentuk pengabdian yang patut dihargai.

Veteran Bukan Sekadar Bagian dari Masa Lalu

Sementara itu, sambutan Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang juga Ketua LVRI Provinsi Maluku, H.B.L. Manitir, Jenderal TNI (Purn), dibacakan oleh Karel Albert Ralahalu.

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Hari Veteran Nasional bukan sekadar agenda seremonial. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk membuka kembali lembaran sejarah perjuangan bangsa sekaligus meneguhkan komitmen meneruskan nilai-nilai yang diwariskan para pejuang.

Tanggal 10 Agustus ditetapkan sebagai Hari Veteran Nasional dan memiliki makna historis yang berkaitan dengan keberhasilan Pertempuran Surakarta pada Agustus 1949. Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian dari perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan, termasuk keterlibatan putra-putra Maluku.

Semangat perjuangan tersebut kemudian berjalan beriringan dengan perjuangan diplomasi hingga akhirnya membawa Indonesia menuju pengakuan kedaulatan.

Mengusung tema “Veteran Menjaga Nilai Juang, Menginspirasi Indonesia Maju”, peringatan tahun ini membawa pesan bahwa bertambahnya usia tidak berarti berakhirnya semangat pengabdian.

Veteran tidak hanya ditempatkan sebagai pelaku sejarah, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai luhur bangsa yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Patriotisme, nasionalisme, keberanian, persatuan, rela berkorban, pantang menyerah, disiplin, integritas dan kecintaan terhadap tanah air dinilai sebagai warisan moral yang tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Apalagi Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dinamika global, perkembangan teknologi, perubahan sosial hingga persoalan geopolitik.

Dalam kondisi tersebut, nilai-nilai perjuangan para veteran dinilai dapat menjadi kompas moral untuk menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebangsaan.

Pesan itu menjadi semakin penting bagi Maluku yang memiliki keberagaman sosial sekaligus sejarah perjuangan yang panjang.

Karena itu, veteran tidak seharusnya dipandang hanya sebagai bagian dari masa lalu. Pengalaman, keteladanan dan semangat pengabdian mereka merupakan modal sosial yang dapat terus memberikan inspirasi bagi pembangunan bangsa.

LVRI juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, TNI, Polri, kementerian dan lembaga, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan serta seluruh masyarakat yang selama ini memberikan perhatian dan dukungan kepada para veteran.

Sinergi tersebut dinilai sebagai bentuk penghormatan nyata terhadap jasa para pejuang.

Keluarga besar LVRI juga diajak untuk terus menjaga soliditas organisasi, meningkatkan kepedulian sosial, menjadi teladan di tengah masyarakat dan tetap berkontribusi dalam pembangunan sesuai kemampuan.

Perjuangan Tak Pernah Berakhir

Peringatan Hari Veteran Nasional 2026 di Ambon akhirnya menyampaikan satu pesan kuat: perjuangan memiliki banyak wajah dan tidak mengenal batas usia.

Bagi para veteran, perjuangan dahulu diwujudkan melalui pengorbanan mempertahankan kemerdekaan. Bagi prajurit aktif, perjuangan diteruskan melalui tugas dan pengabdian kepada bangsa serta negara.

Sementara bagi masyarakat, perjuangan hadir setiap hari melalui kerja keras mencari nafkah, menyekolahkan anak dan menjaga masa depan keluarga.

Pertemuan berbagai elemen dalam satu ruang tersebut menjadi gambaran bahwa semangat perjuangan tidak pernah benar-benar berakhir. Ia hanya berubah bentuk, dari perjuangan di medan perang menjadi pengabdian, kerja keras, kepedulian dan kontribusi bagi sesama.

Dari para veteran kepada prajurit aktif, dari prajurit kepada masyarakat, dan dari generasi hari ini kepada generasi berikutnya, nilai perjuangan itu terus diwariskan.

Sebab, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu mengenang sejarah, tetapi juga bangsa yang mampu menjaga nilai perjuangan dan menjadikannya kekuatan untuk menatap masa depan.Tasya.P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *