Ambon, Demokrasi Maluku ; Pemeritah kota Ambon menggelar rapat Tim pengendalian inflasi daerah (TPID) dan Tim penyusun Roadmap Pengendalian Inflasi 2025–2027, guna membicarakan stabilitas inflasi di Kota Ambon, berlangsung di ruang rapat Vlisingen , Balai Kota Ambon , Jumat (30/01/2026).
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyampaikan bahwa roadmap memiliki peran strategis sebagai dokumen perencanaan sekaligus instrumen edukasi untuk mengukur ketersediaan stok barang, daya beli masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi positif.
“Setiap daerah dituntut mampu mengidentifikasi faktor penyebab inflasi dan mengambil langkah konkret melalui koordinasi rutin, termasuk rapat pengendalian inflasi setiap pekan,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, inflasi Kota Ambon pada periode sebelumnya pernah tinggi, terutama dipicu oleh komoditas harga administrasi seperti tiket pesawat, BBM, cukai rokok, dan beras. Kondisi terkini menunjukkan kontribusi terbesar masih dari kelompok tersebut, sehingga diperlukan koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian ESDM
Selain itu, inflasi juga dipengaruhi oleh komoditas bergejolak seperti ikan, sayur-mayur, yang menjadi tanggung jawab daerah.
Walikita menekankan pentingnya implementasi roadmap di lapangan, bukan hanya sebagai dokumen semata.
“Kenaikan harga ikan yang berulang setiap tahun bisa diantisipasi dengan pembelian dan penyimpanan saat stok melimpah, intervensi pasar, atau pembagian kepada masyarakat,” jelasnya.
Pengendalian inflasi juga diharapkan tidak hanya sebatas pelaporan data, tetapi disertai tindakan nyata. Kerja sama antar daerah untuk komoditas seperti cabai rawit perlu diperkuat dengan penetapan pasokan yang jelas dan mekanisme distribusi efektif, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Pemkot Ambon juga mendorong inovasi melalui gerakan urban farming pada lahan kosong, guna menanam komoditas pangan dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah..
Walikota meminta seluruh OPD berwenang mampu mengidentifikasi permasalan yang memicu terjadinya inflasi , dengan demikian dapat mengambil langkah penanganan sehingga inflasi dapat terkendali. (*)


















