Himbauan dan Seruan Damai Untuk Bentrok Desa Longgar-Apara Di Kabupaten Aru

Ambon, Daerah44 views

Ambon, Demokrasi Maluku : Pemerintah Kabupaten Aru mengeluarkan seruan perdamaian untuk masyarakat kabupaten Aru ,lebih khusus kepada masyarakat kedua desa yang terlibat bentrok di Kabupaten Aru .

Demikian seruan perdamaian yang ditandatangani oleh Bupati Kabupaten Aru Timotius Kaidel . Sehubungan dengan bentrok yang terjadi antara desa Longgar – Apara Kecamatan Aru Tengah Selatan Kabupaten Aru bersama ini kami menyampaikan beberapa hal : pertama ; Kami menghimbau kepada masyarakat masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan keadaan yang ada, khusus bagi masyarakat kedua desa yang berdomisili di kota Dobo dan sekitarnya .Kedua : kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga situasi keamanan dan ketertiban demi terwujudnya Aru yang damai.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Sebelumnya Kapolres Kepulawan Aru AKBP ALBERT PERWIRA SIHITE, S.H., S.I.K., M.H., sudah mengambil langkah dengan mengumpulkan para tokoh masyarakat kedua desa dan juga telah menurunkan aparat keamanan guna mengamankan bentrokan yang terjadi.

Sebagaimana informasi yang diterima media ini ; Pada hari Kamis, 01 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 Wit, bertempat di perbatasan antara Desa Longgar dan Desa Apara, telah terjadi aksi saling serang menggunakan senjata tajam jenis panah (anak ribel) antar sekelompok pemuda Desa Apara yg mengakibatkan timbulnya korban jiwa.


Adapun Kronologis Kejadian sebagai berikut :

Menurut penjelasan dari korban pemukulan yakni ML Warga Desa Longgar, bahwa sekitar pukul 15.36 wit, korban bersama Sdr.MK juga Desa Longgar, pergi ke Desa Apara tepatnya di kediaman Bpk. TR untuk membeli minuman keras (sopi).

Ketika dalam perjalanan korban M L dan MK dihadang oleh CS warga Desa Apara, sambil bertanya kepada korban “kamong (kalian) mau pergi ke mana? , korban menjawab “mau ke Apara”, tiba-tiba pelaku CS dan teman temannya sekitar 10 (sepuluh) orang melakukan pemukulan terhadap korban, namun korban melarikan diri begitu ada kesempatan.

Keterangan dari saksi mata JT, sekitar pukul 16.10 WIT, sudah terjadi perkelahian dan saling serang antar kedua kelompok pemuda menggunakan sajam berupa panah dan parang. Ketika dilerai oleh JT kedua kelompok pemuda bubaran berpindah ke lapangan bola, SMA N 8 Longgar dan Polsubsektor Longgar.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bibir bagian bawah, dan benjol pada bagian testa. Setelah pemukulan tersebut korban kembali ke Desa Longgar, dan rekan korban MK memberitahukan hal tersebut kepada beberapa pemuda Desa Longgar, kemudian korban dan beberapa pemuda Desa Longgar sekitar 10 (sepuluh) orang menuju perbatasan kedua Desa tepatnya di depan Gereja Siloam, dengan tujuan untuk mencari pelaku pemukulan, namun ketika sampai di perbatasan korban kembali ke rumah karena tidak menemukan para pelaku pemukulan. (D-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *