Korban Perkosaan Oknum Pegawai Kejaksaaan SBB Alami Trauma Psikis.

Bencana, Hukrim652 views
Link Banner

Keluarga Korban Minta Penegak Hukum Percepat Penanganan Perkara.

Ambon, Demokrasi Maluku :  Pemerkosaan oleh Oknum Pegawai Kejaksaaan Negeri Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, Alami Trauma Psikis, Keluarga Korban Minta Penegak Hukum Percepat Penanganan Perkara,

Pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum pegawai Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat , YL (56) terhadap DP (12) menyisahkan truma psikologis bagi Remaja yang masih belia itu.

Saat media ini menemui Ibu korban MH di Kawasan kompleks Airnama, Desa Piru, Minggu, (27/3/2022) MH kemudian mengungkapkan Korban DP terguncang dengan rentetan kejadian yang menyedihkan itu.

” Kalau siang hari Dia ( DP) suka melamun bahkan kalau malam hari sering menangis karena memikirkan kejadian ini,”ungkapnya.

Menurut MH . saat ditanya DP mengungkapkan dirinya menangis karena terbeban memikirkan kejadian itu, bahkan DP sering bertanya padanya,  ” mama kapan Beta pung masalah selesai ?, Mama kapan Katong sidang ?,mama kapan Katong dapa panggil Mama?.

Meskipun MH sudah meminta korban untuk tidak menjadikan kejadian itu,  sebagai  beban pikiran tetapi Korban mengatakan kejadian itu tetap menjadi beban pikirannya.

MH kemudian mengisahkan rentetan kejadian yang menimpa anaknya itu, berdasarkan cerita yang disampaikan korban DP (12).

Ibu Korban kemudian menuturkan kejadian pertama terjadi pada tanggal 5 Agustus 2021, bermula saat korban DP saat pulang dari sekolah meminta uang sejumlah Rp 5000 untuk membayar ongkos ojek, karena menurut DP temannya kehilangan uang ojek sehingga tidak bisa pulang kerumahnya di Neniari.

Ketika Pelaku YL (56) mendengar hal itu Pelaku kemudian berkata ke Korban bahwa dirinya nanti yang mengantarkan teman korban pulang ke rumahnya, Pelaku kemudian menyuruh korban dan temannya menunggu pelaku di depan minimarket.

Saat Pelaku datang menjemput teman DP untuk diantar pulang kerumah di Desa Neniari, Pelaku menyuruh DP untuk ikut bersama mengantarkan temannya ke Neniari, tetapi DP menolak, Pelaku kemudian berkata” Iko saja nanti Beta bawa pulang “.

Saat pulang mengantarkan temannya Pelaku kemudian mengantarkan Korban DP kembali tetapi pelaku mengambil rute jalan belakang, disaat itu ditengah jalan hujan turun dengan deras, sehingga pelaku dan korban berteduh di samping sebuah rumah kosong bercat kuning di belakang kantor Capil lama.

Menurut penuturan MH saat itu korban ( DP ) tidak mau mengkuti ajakan. YL tetapi YL memaksa, di saat itu juga Pelaku pertama kali melakukan percabulan ke Korban dengan memaksa membuka celana korban dan maaf …memegang maaf alat vital korban, korban sempat berteriak tolong sebanyak tiga kali tetapi karena daerah itu sepi maka tidak ada yang mendengar.

Setelah itu Pelaku kemudian membawa pulang DP dan mengancam korban dengan berkata, “seng boleh bilang par Papa seng boleh bilang Par Mama , seng boleh bilang par sapa- sapa, kalo Ose pulang bilang Beta akan kasih masuk Ose di penjara”.

Setelah kejadian itu, Pelaku kemudian terus berusaha mencari kesempatan untuk melakukan hubungan intim dengan korban, bahkan tiga kali pelaku memerkosa korban yang masih belia itu di kamar mandi sebuah rumah kosong, setelah melakukan perbuatan yang tidak pantas itu pelaku kemudian mengimingi korban dengan uang Rp 2000.

Bahkan terakhir kalinya Pelaku memaksa korban melakukan hubungan yang tidak pantas itu pada tanggal 2 Februari Tahun 2022.

Q
Menurut pengakuan Ibu Korban, pernah satu kali pelaku memanggil korban di samping rumah kosong tersebut tetapi Korban tidak menghiraukan panggilan tersebut.

Karena perbuatan Pelaku YL(56) yang juga pegawai Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat maka Ibu korban meminta Pihak Polres SBB dan Kejaksaan Negeri SBB bisa menangani kasus ini dengan cepat dan tanpa pandang bulu.

Ibu Korban juga meminta supaya Pelaku dikenakan hukuman yang setimpal karena sudah melakukan pemerkosaan anak dibawah umur sehingga merusak masa depannya.

Pihak keluarga Korban juga meminta Pelaku segera ditahan, meskipun Pihak Polres SBB beralasan bahwa Pelaku baru selesai menjalani operasi. tetapi dari pantauan keluarga Korban Pelaku masih berkeliaran disana – sini,

MH juga meminta supaya ada pendampingan dari pendamping perlindungan anak untuk bisa membantu dirinya saat mengurus persoalan ini karena selama ini dirinya sendiri yang datang melapor dan menanyakan penanganan kasus ini tanda ada pendampingan.

Dari Informasi yang dihimpun dari Polres SBB, pada Senin (28/3/2022) telah dilakukan gelar perkara yang berlangsung di Mapolres SBB, jalan Trans Seram, Dusun Papora, Kota Piru.
Setelah dilakuan gelar perkara, maka selanjutnya kasus Perkosaan anak dibawah umur ini selanjutnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri SBB.( Nicko Kastanja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *