by

2021 Jumlah Hakim di Maluku Yang Dilaporkan Ke KY Alami Peningkatan

-Hukrim-173 views
Link Banner

Ambon, Demokrasi Maluku : Komisi Yudisial (KY) RI periode antara 2021-2023 dalam mengoptimalkan tugas dan wewenangnya, terus melakukan sosialisasi dan penguatan lembaga dengan menggandeng seluruh stake holder yang memiliki peran strategis dalam membantu KY dalam mewujudkan peradilan bersih di Indonesia Senin ( 01/11/2021) mengunjungi Kota Ambon.

Selain melakukan anjang sana ke pengadilan yang ada di Kota Ambon KY juga bertemu dengan praktisi hukum, jejaring dan juga sejumlah media baik online, cetak dan elekttonik.

Ketua Komisi Yudisial Mukti Fajar Nur Dewata usai pertemuan dan diskusi di Kantor KY di Rumahtiga Kota Ambon Maluku mengatakan, pihaknya telah melakukan penguatan dengan pengdelegasian kewenangan supaya lebih efektif melayani masyarakat.

“Kita sudah merancang draft, serta informasi-informasi dari 12 kantor penghubung yang ada di seluruh Indonesia terkait problem yang ada di daerah.

Menurut Fajar, KY RI telah menerima aduan pelanggaran kode etik kehakiman yang diduga dilakukan oleh sedikitnya 14 hakim di Maluku selama tahun 2021.

Angka ini meningkat dari Tahun 2020 yang mencatat 11 kasus. Sedangkan pada Tahun 2019, jumlah hakim yang dilaporkan ke Komisi Yudisial mencapai 19 orang.

“Kami telah bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATL), Kejaksaan, Kepolisian dan KPK untuk meningkatkan pengawasan dan supervisi,” katanya

Fajar mengungkapkan, KY telah meminta Pengadilan Tinggi Maluku agar terus berupaya meningkatkan kinerja agar hak masyarakat untuk memperoleh keadilan dapat terpenuhi.
Dia berharap para hakim dapat menjaga martabatnya sesuai kode etik, pengawasan hakim, advokasi hakim, dan sebagainya.

Fajar mengakui masih ada hakim yang nakal, mudah disuap dan mempermainkan peradilan. “Kita tidak menutup mata banyak kasus hakim itu ditekan sana sini, disuap sana sini,” katanya.

Baca Juga  KAKANWIL MALUKU TINJAU LANGSUNG LOKASI HIBAH PEMBANGUNAN LAPAS KELAS III GESER DI BULA

Masyarakat diminta melaporkan apabila menemukan hakim yang nakal, katanya pula. Dia mengakui tidak mudah bagi KY menemukan bukti-bukti pelanggaran kode etik hakim sebagaimana aduan masyarakat.

Karena menurut dia, pola dan modus operandi yang digunakan lebih canggih. “Permainanya memang canggih, jadi untuk mencari bukti memang sulit,” ujarnya pula.
Namun jika ditemukan, Fajar memastikan oknum hakim nakal atau diistilahkan sebagai hakim hitam ini akan di kenai sanksi berat.

Komitmen itu bahkan menjadi pakta integritas yang disepakati dalam bentuk nota kesepahaman antara KY dengan Mahkamah Agung. “Nah, yang ‘hitam-hitam’ ini kami sudah sepakat dengan MA untuk ‘dihabisi’,” katanya pula.

Istilah hakim hitam biasa digunakan KY untuk mencirikan hakim nakal yang bisa/mudah disuap. Hakim hitam adalah hakim yang selalu mempermainkan peradilan.

Sementara istilah hakim putih dikonotasikan untuk hakim yang punya idealisme dan bertindak lurus dalam menegakkan keadilan, dan tak pernah tergoda dengan apapun. “Sementara hakim abu-abu adalah hakim yang kondisional, kadang bisa dimainkan, terkadang tidak,” ujarnya.

Hakim abu-abu disebut Mukti Fajar sebagai hakim yang masih bisa dilakukan pembinaan. Jenis hakim hitam jumlahnya sedikit. Untuk tahun ini ada 4 hakim yang masuk kategori hitam, ujar dia pula.

Selain Ketua hadir puka wakil Ketua KY M.Taufik HZ dan salah satu Ketua bidang KY RI, juga penghubung Maluku Aminudin Latuconsina,SH.M.Hum. (DMK-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed