Pangdam Pattimura: Tidak Ada Toleransi Bagi Calo, Rekrutmen TNI AD Murni Berdasarkan Kemampuan

TNI POLRI15 views

MALUKU TENGAH, 9 September 2026 — Pangdam XV/Pattimura Mayor Jenderal TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., menegaskan komitmen tegas bahwa seluruh proses penerimaan prajurit TNI Angkatan Darat di wilayah Kodam XV/Pattimura berlangsung secara objektif, transparan, dan bebas dari praktik percaloan serta pungutan liar satu rupiah pun.

 

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Pangdam seusai memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Rindam XV/Pattimura, Desa Suli, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (9/9/2026).

 

Dody menegaskan bahwa komitmen ini berlaku untuk seluruh proses rekrutmen — baik yang telah berlangsung maupun yang akan datang.

 

“Atas nama seluruh keluarga besar Kodam XV/Pattimura, saya yakinkan dalam hal rekrutmen, baik yang sudah maupun yang akan datang, kami pastikan tidak ada lagi percaloan,” tegas Dody kepada awak media.

 

Ia juga menegaskan tidak ada toleransi sama sekali terhadap pihak yang terlibat dalam praktik percaloan, baik sebagai penerima, pendalang, maupun yang menghubungi calon peserta dengan janji kelulusan berimbalan.

 

Menurut Dody, setiap calon prajurit yang diterima harus benar-benar memenuhi standar dan ketentuan yang telah ditetapkan TNI AD — bukan karena pengaruh pihak lain.

 

“Semuanya kita lakukan secara objektif. Kenapa? Karena apa yang kita siapkan sekarang adalah untuk kita gunakan masa depan,” ujarnya.

 

Pangdam pun mengajak masyarakat, khususnya keluarga di daerah terpencil dan wilayah kepulauan, untuk tidak ragu mempersiapkan putra-putri mereka yang berkeinginan menjadi prajurit TNI. Ia meminta calon peserta mengikuti proses sesuai mekanisme resmi dan tidak percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.

 

“Saya yakinkan, kita akan merekrut sesuai dengan standar yang sudah ada selama ini. Tidak ada pungutan biaya satu rupiah pun, dan tidak ada percaloan. Tidak ada pembayaran apa pun,” tegasnya dengan penuh penekanan.

 

Penegasan ini disampaikan berbarengan dengan pelantikan 1.252 mantan siswa yang resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada) TNI AD. Dody berharap para prajurit baru ini dapat menjalankan tugas dengan dedikasi, loyalitas, disiplin, serta senantiasa menjaga nama baik TNI AD di tengah masyarakat.

 

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan menjaga proses penerimaan prajurit agar tetap bersih, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.TasyaPatty

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *