Ronda Malam Libatkan 36 Warga, Situasi Keamanan Negeri Liang Dilaporkan Kembali Kondusif

TNI POLRI5 views

LIANG, demokrasimaluku.com – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, dilakukan melalui pengaktifan ronda malam dengan melibatkan warga di tingkat rukun tetangga (RT).

Langkah tersebut diambil menyusul keresahan masyarakat terkait dugaan konsumsi minuman keras oleh sejumlah remaja serta aktivitas kelompok yang meresahkan pada malam hari.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Babinkamtibnas Negeri Liang, Aipda Ali Samowal, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala pemerintahan negeri untuk menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Menurut Ali, ronda malam dibagi menjadi tiga giliran atau shift, dengan masing-masing giliran melibatkan 12 orang warga. Dengan demikian, sebanyak 36 penugasan warga dialokasikan dalam tiga giliran tersebut.

“Sebagai petugas di wilayah Negeri Liang, saya berkoordinasi dengan kepala pemerintahan negeri untuk membentuk ronda malam bersama warga RT. Tim dibagi menjadi tiga shift, masing-masing beranggotakan 12 orang,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, keresahan warga antara lain berkaitan dengan dugaan keterlibatan sejumlah remaja sekolah dalam konsumsi minuman keras. Selain itu, terdapat dua kelompok yang disebut Gemprus dan Separta, yang menurut keterangannya kerap beraktivitas pada malam hari dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Menindaklanjuti situasi tersebut, pihaknya mengarahkan personel untuk melakukan pengamanan pada titik-titik yang dinilai membutuhkan perhatian, sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga ketertiban lingkungan.

Ali mengatakan, pelaksanaan ronda malam selama beberapa malam terakhir mulai menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan pemantauannya, situasi keamanan di Negeri Liang kini dilaporkan kembali kondusif.

Ia menilai, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, terutama pada malam hari ketika aktivitas warga mulai berkurang.

Karena itu, ia berharap koordinasi antara aparat dan masyarakat dapat terus dipertahankan agar upaya menjaga keamanan tidak hanya dilakukan ketika muncul persoalan, tetapi menjadi kebiasaan bersama.

Selain pengawasan lingkungan, Ali juga menekankan pentingnya perhatian keluarga terhadap pergaulan anak dan remaja. Menurutnya, pencegahan perilaku berisiko membutuhkan peran orang tua, tokoh masyarakat, serta pemerintah negeri.

Pendekatan pembinaan terhadap remaja juga diperlukan agar persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban dapat ditangani secara tepat.

Pengaktifan ronda malam diharapkan dapat memperkuat kewaspadaan masyarakat sekaligus mendorong penyelesaian persoalan keamanan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik.

Sinergi aparat dan warga menjadi penting untuk mencegah gangguan keamanan, mengurangi keresahan masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang nyaman bagi seluruh warga Negeri Liang.

Dengan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan, kondisi keamanan yang kondusif diharapkan dapat terus terjaga.

tasya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *