Kebakaran Hebat di Passo Ambon, Tiga Tempat Usaha Ludes Dilalap Api, Ruangan Polsek Baguala Ikut Terdampak

Bencana6 views

AMBON — Kebakaran hebat melanda kawasan Jalan Wolter Monginsidi, Negeri Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, pada Kamis (15/10/2026) dini hari sekitar pukul 01.03 WIT. Peristiwa tersebut menghanguskan dua warung nasi Padang dan satu kios sembako, serta menyebabkan bagian atap gudang logistik Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku dan sejumlah ruangan Polsek Baguala ikut terbakar.

Tiga tempat usaha yang menjadi korban kebakaran masing-masing adalah warung nasi Padang milik Mustafa Ardi (40), warung nasi Padang Sari Minang milik Ampi Leleulya (29), serta Kios Sembako Haikel milik Yusran Heldin (26). Ketiganya berada di kawasan Negeri Passo.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Selain tempat usaha warga, kebakaran juga berdampak pada gudang logistik milik SPN Polda Maluku dan bangunan Polsek Baguala, khususnya ruang lalu lintas (Lantas), ruang Provos, dan ruang Unit Bimbingan Masyarakat (Binmas).

Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran pertama kali diketahui setelah terdengar teriakan warga yang memberitahukan adanya api di sekitar warung nasi Padang.

Salah seorang saksi, Ida Wasahua (29), yang saat itu sedang menjalani piket malam di warung nasi Padang milik Mustafa Ardi, menuturkan bahwa dirinya sempat beraktivitas di dapur lantai dua sejak sekitar pukul 22.00 WIT untuk memanaskan kuah hingga tengah malam.

Setelah itu, ia kembali ke meja kasir dan duduk bersama rekannya, Susi Buton, sambil menunggu pelanggan.

Namun, suasana berubah ketika keduanya mendengar teriakan seorang tukang ojek yang berada di depan pertigaan Polsek Baguala, yang memberitahukan bahwa telah terjadi kebakaran.

Mendengar teriakan tersebut, Ida langsung menuju kamar untuk membangunkan rekan-rekannya yang sedang tidur. Mereka kemudian bergegas keluar dari bangunan untuk menyelamatkan diri.

Keterangan serupa disampaikan Ampi Leleulya, pemilik warung nasi Padang Sari Minang. Ia mengaku sedang beristirahat ketika mendengar teriakan kakaknya, Endi Kesaulia, yang memberitahukan adanya kebakaran.

Saat terbangun, Ampi melihat api mulai membesar dari dapur warung nasi Padang milik Mustafa Ardi.

Bersama Endi Kesaulia dan Sami Lesnusa, ia sempat berupaya memadamkan api secara manual. Namun, kobaran api semakin membesar dan mulai menjalar ke warung miliknya.

Karena api sulit dikendalikan, mereka akhirnya menyelamatkan diri ke jalan di depan bangunan.

Sementara itu, Yusran Heldin, pemilik Kios Sembako Haikel, mengatakan dirinya sedang beristirahat di kios ketika mendengar teriakan warga bahwa warung nasi Padang di dekat tempat usahanya terbakar.

Yusran segera membangunkan istri dan anaknya untuk keluar menyelamatkan diri. Saat itu, ia melihat kobaran api sudah sangat dekat dengan bagian dapur kiosnya.

Ketika berada di luar bangunan, ia mendapati api telah membakar warung nasi Padang Sari Minang dan mengancam bangunan di sekitarnya.

Upaya pemadaman dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi sekitar pukul 01.15 WIT dengan mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan Water Cannon.

Petugas berjibaku memadamkan kobaran api hingga sekitar pukul 03.00 WIT. Setelah kurang lebih dua jam penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet lebih luas ke bangunan lainnya.

Kapolsek Baguala, IPTU Esterlina Titiheru, A.Md., bersama Wakapolsek Baguala, AIPTU E. Risakotta, S.Sos., juga tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 02.00 WIT untuk memantau penanganan kebakaran.

Pihak kepolisian selanjutnya membantu petugas pemadam kebakaran, mengambil keterangan sejumlah saksi, mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi, serta membuat laporan terkait peristiwa tersebut.

Akibat kebakaran tersebut, dua warung nasi Padang dan satu kios sembako dilaporkan terbakar habis. Sementara itu, gudang logistik SPN Polda Maluku serta bangunan Polsek Baguala mengalami kerusakan pada bagian atap. Khusus bangunan Polsek Baguala, kebakaran juga berdampak pada bagian plafon sejumlah ruangan.

Tidak ada personel yang dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Informasi awal yang beredar di lokasi menyebutkan bahwa api diduga berasal dari lantai dua warung nasi Padang milik Mustafa Ardi, yang diketahui memiliki beberapa kompor untuk keperluan memasak. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran.

Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan titik awal munculnya api serta penyebab kebakaran yang menghanguskan sejumlah tempat usaha dan berdampak pada bangunan kepolisian tersebut.

tasya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *