HUT ke-18 PIRA Kota Ambon, Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kemandirian Ekonomi Lewat UMKM

Politik57 views

AMBON — Memasuki usia ke-18 tahun, Perempuan Indonesia Raya (PIRA) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan, membangun kemandirian ekonomi keluarga, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Komitmen tersebut menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 PIRA Pengurus Cabang Kota Ambon, Selasa (13/10/2026).

Ketua PIRA Kota Ambon, Dr. (Cand.) Yashmin Seiff, S.H., MBA., AESTH., Dipl., M.Kn., mengatakan usia 18 tahun menjadi momentum bagi organisasi untuk semakin matang, solid, dan mampu menjalankan amanah perjuangan dengan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Menurut Yashmin, PIRA yang berdiri sejak 9 Oktober 2008 harus terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam memperkuat peran perempuan di bidang sosial, ekonomi, dan pembangunan.

Memasuki usia 18 tahun, kita sudah menjadi organisasi yang dewasa. Karena itu, kita tidak boleh lengah, tetapi harus terus berpikir maju. Amanah partai harus kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Yashmin saat diwawancarai di sela-sela peringatan HUT ke-18 PIRA Kota Ambon.

Peringatan HUT tersebut dilaksanakan secara hibrida. Pengurus dan anggota PIRA Kota Ambon mengikuti rangkaian kegiatan nasional melalui Zoom, yang terhubung dengan acara di Hotel Bidakara, Jakarta, serta pelantikan 99 personel pengurus pusat baru di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan.

Di Kota Ambon, perayaan diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur, pembagian nasi kuning kepada pengemudi becak dan ojek di sekitar lokasi kegiatan, serta silaturahmi antarpengurus dan anggota.

Yashmin menegaskan, PIRA Kota Ambon akan terus menjaga kekompakan organisasi dan memperkuat koordinasi dengan Partai Gerindra untuk menjalankan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami tetap berjalan dalam satu komando bersama Ketua Umum Partai Gerindra. PIRA Kota Ambon akan terus bergerak maju, mengembangkan organisasi, sekaligus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan Partai Gerindra yang telah memfasilitasi tempat pelaksanaan kegiatan. Setelah peringatan HUT, PIRA Kota Ambon berencana melanjutkan agenda dengan rapat koordinasi pengurus serta sejumlah kegiatan sosial bagi masyarakat.

Selain memperkuat organisasi, PIRA Kota Ambon menempatkan pemberdayaan perempuan melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu program prioritas.

Program tersebut diarahkan untuk mendorong kaum perempuan, khususnya ibu rumah tangga, agar mampu mengembangkan keterampilan, menghasilkan produk bernilai ekonomi, dan memperoleh penghasilan sendiri guna membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Yashmin menilai kemandirian ekonomi perempuan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga sekaligus memperkuat posisi perempuan dalam keluarga dan lingkungan sosial.

“Peran perempuan tidak hanya di rumah. Ketika ibu-ibu memiliki penghasilan sendiri, mereka dapat membantu perekonomian keluarga dan menjadi lebih mandiri. Kemandirian ekonomi juga menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat perlindungan perempuan dari kekerasan dalam rumah tangga,” jelasnya.

Menurut dia, perempuan perlu diberikan kesempatan dan pendampingan untuk mengembangkan potensi usaha. Dengan demikian, mereka tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal di perkantoran, tetapi juga dapat menciptakan peluang usaha dari keterampilan dan sumber daya yang tersedia di lingkungan masing-masing.

Melalui pengembangan UMKM, PIRA Kota Ambon berharap semakin banyak perempuan yang mampu membangun usaha secara mandiri, meningkatkan pendapatan keluarga, dan membuka peluang kerja bagi orang lain.

Upaya tersebut juga diharapkan dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi pengangguran di Kota Ambon.

Yashmin menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari usia maupun besarnya struktur kepengurusan, tetapi juga dari kontribusi dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Karena itu, semangat “PIRA Hadir, PIRA Peduli, dan PIRA Bergerak Kompak” diharapkan menjadi landasan bagi seluruh pengurus dan anggota untuk bekerja bersama, memperkuat solidaritas, serta merealisasikan program-program pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.

Ia optimistis, melalui kerja sama dan komitmen bersama, PIRA Kota Ambon dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong perempuan menjadi mandiri, produktif, dan berdaya saing.

“Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita bergandengan tangan. PIRA harus hadir, peduli, dan bergerak kompak untuk mewujudkan perempuan yang mandiri serta masyarakat yang lebih sejahtera,” tutup Yashmin.

tasya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *