Resmikan Point Coffee di Gedhe Indogrosir Ambon, Wali Kota Bodewin Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Ambon3 views

AMBON, 1 Oktober 2026 — Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, meresmikan outlet Point Coffee yang berada di kawasan Gedhe Indogrosir Ambon, Kamis (1/10/2026). Kehadiran gerai tersebut dinilai menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas investasi dan usaha di Kota Ambon.

Dalam kesempatan itu, Bodewin menyambut baik kehadiran pelaku usaha baru sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk menciptakan iklim usaha yang nyaman, mudah, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Menurutnya, semakin banyak pelaku usaha yang memilih Ambon sebagai lokasi pengembangan bisnis menunjukkan bahwa kondisi kota semakin kondusif untuk kegiatan ekonomi.

“Banyak pihak mau datang membuka usaha, itu artinya Ambon semakin damai, semakin nyaman untuk berbisnis. Itu kabar yang membahagiakan,” ujar Bodewin.

Bodewin mengatakan, Pemkot Ambon terus berupaya memberikan kemudahan kepada para investor dan pelaku usaha, terutama dalam proses perizinan. Pemerintah, kata dia, tidak boleh menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi, tetapi harus hadir sebagai fasilitator.

Ia menegaskan, pelayanan perizinan harus dilakukan secara transparan dan sesuai aturan, tanpa pungutan liar maupun hambatan yang tidak diperlukan.

“Kita memberikan karpet merah kepada investor. Proses perizinan kita permudah, tidak boleh ada hambatan dan pungutan liar. Semua harus berjalan sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Bodewin menyebut sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata merupakan bagian penting dalam pengembangan ekonomi Kota Ambon. Keterbatasan sumber daya alam membuat pembangunan ekonomi daerah perlu diarahkan pada sektor-sektor yang mampu menggerakkan aktivitas masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan.

Karena itu, kehadiran pusat perdagangan seperti Gedhe Indogrosir maupun outlet Point Coffee dinilai dapat ikut memperkuat ekosistem usaha di Kota Ambon.

Di balik kemudahan investasi tersebut, Bodewin mengingatkan para pengusaha agar turut memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lokal, terutama melalui penyerapan tenaga kerja.

Ia meminta perusahaan dan pelaku usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Ambon untuk mengisi posisi pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus dari luar daerah.

“Saya tidak minta banyak. Cukup satu: pekerjakan warga Ambon. Kalau butuh tenaga terampil dari luar, kami paham. Tapi untuk staf pelayanan, petugas, dan sejenisnya, berikan kesempatan kepada pemegang KTP Ambon,” ujarnya.

Menurut Bodewin, penyerapan tenaga kerja lokal akan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian keluarga sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran.

Ia mencontohkan, jika sebuah outlet mampu mempekerjakan sekitar 10 orang, maka pembukaan sejumlah outlet baru akan membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.

Bodewin menekankan, pertumbuhan ekonomi tidak dapat dibangun hanya oleh pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, aparat keamanan, dan masyarakat agar iklim investasi tetap aman sekaligus memberikan manfaat yang luas.

“Mari kita jaga bersama—TNI, Polri, Pemkot, para pengusaha—jadikan Ambon kota yang aman, damai, dan menguntungkan semua pihak. Hanya begitu perekonomian terus tumbuh,” ajaknya.

Ia berharap kehadiran Point Coffee di Gedhe Indogrosir Ambon dapat berkembang sekaligus memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah dan masyarakat.

“Selamat berjuang untuk Indogrosir dan Point Coffee. Semoga berkah, berkembang, dan membawa manfaat nyata bagi warga Ambon,” pungkanya.

Tasya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *