Tak Pernah Bebas Dari Konflik

Ambon7 views

Reza Maspaitella Rutong-Hutumury Bakal Deklarasi Kesepakatan Damai,Siapa Langgar Bakal Kena Tulah

Ambon,Demokrasi Maluku ; Reza Maspaitella Ketua Latupatty Maluku yang juga Raja Negeri Rutong Pulau Ambon Provinsi Maluku menjawab pertanyaan wartawan terkait konsep Paripurna untuk menghentikan bentuk konflik dan kekerasan yang berulang di Provinsi Maluku mengemukakan, ada banyak hal yang telah dilakukan dengan pihak keamanan, kepolisian,  pemerintah kota Ambon namun konflik dan kekerasan masih terus terjadi di Maluku. Hal ini menjadi suatu kegelisahan bagi masyarakat Maluku dan juga Reza Maspaitella sebagai Ketua Latupatty Pulau Ambon karena itu Reza bersama raja Hutumury telah menggagas bersama sebuah  ada konsep yang sekiranya dapat menjadi suatu peringatan terkhusus dua negeri bertetangga di kawasan Letisel .

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Menurutnya, sudah ada kesepakatan dengan raja Hutumury terkait keamanan di kedua negeri .” Saya sudah berbicara dengan raja Hutumury untuk kami buat kesepakatan bersama, dimana kami akan buat sebuah tugu peringatan di perbatasan negeri, yang akan dideklarasikan bersama rakyat kedua negeri, ” demikian Reza disrla-sela acara Energeizing For Maluku di Lantai tujuh (7) kantor Gubernur Maluku (Sabtu 12/09/2026.

Hal ini akan dibicarakan juga dengan saniri negeri,tokoh agama, tokoh pemuda dan akan disosialisasikan kepada masyarakat kedua negeri.

Dalam waktu yang tidak lama lagi, hal ini akan dideklarasikan, isinya kesepakatan untuk tidak berkonflik,  ,apabila ada yang memulai konflik atau pertikaian maka mereka akan kena tulah dan akan menanggungnya sendiriakibat dari perbuatan mereka,selain sumpah adat juga diikat dengan doa”.

“Mengapa hal ini dilakukan, gunanya agar masyarakat tidak melakukan atau memulai konflik,  karena kalau tak dilakukan kesepakatan maka tak ada rambu -rambu yang mengikat masyarakat” .

“Memang banyak upaya yang sudah dilakukan selama ini, baik oleh aparat keamanan maupun pemerintah dari tingkat atas sampai ke RT/RW,  namun masih saja masyarakat masih mau dan  suka untuk melakukan hal-hal yang bukan saja merugikan diri sendiri tapi merugikan orang lain”.

Semoga apa yang dilakukan ini akan bermanfaat bagi kami,  terkhusus negeri Rutong -Hutumury dan berharap negeri-negeri lain di kota  maupun Pulau Ambon dapat melakukannya, apapun konsepnya terserah masing-masing, yang terpenting adalah masyarakat akan takut dan berhenti berkonflik , “harap Rexa . (Ritta E.Lekatompessy,SP).
.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *