Samson ;; Kuncinya Berhikmat
Ambon, Demokrasi Maluku ; Melihat Maluku saat ini membuat banyak kalangan merasa prihatin karena ketika balik ke Maluku masa lalu, maka terasa ada yang hilang dari kehidupan Maluku kekinian.nenyikapi hal tersebut Samuel Samson,salah satu tokoh Maluku yang pernah menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk Serbia mengemukakan, sudah saatnya kita kembali kepada filosofi orang tatua ( orang tua-tua) kita, hal ini dikatakan Samuel disela-sela acara Energazing for Maluku, yang berlangsung Sabtu (12/09/2026).
“Kalau dicermati secara benar dan seksama nampak jelas, orang tua-tua (orang tatua) kita dulu memiliki banyak anak enam(6) , delapan (8 bahkan lebih ) tapi semua anaknya bisa disekolahkan hingga berhasil dan bekerja, walaupun mereka (orang tatua) itu tak punya pekerjaan mentereng, tapi mereka mampu menyekolahkan anak-anaknya”.
” Ini fenomena yang terjadi , saat ini ketika kita punya pekerjaan yang layak, mentereng, kita punya dua (2):anak tapi rasanya susah sekali, rasa-rasanya kita tak mampu menyekolahkan mereka” .
Penyebabnya adalah, kalau orang tua-tua kita dulu, mereka berhikmat, mereka jujur, mereka tak menipu, mereka tak mengambil hak orang lain, mereka tak mengeser batas tanah, mereka hidup rukun dan damai satu dengan yang lain, mereka saling menghargai, bekerjasama, mereka berdoa , mencari TUHAN disetiap waktu dan mereka bekerja dengan sungguh-sungguh.
” Kita saat ini yang kita lakukan lebih banyak berhura-hura, tak jujur, mengambil hak orang lain, banyak hal kita lakukan tidak sesuai dengan hukum positif maupun hukum TIHAN . Jadi jangan heran kalau kita susah”.
“Saatnya kita kembali ke filosofi hidup orang tatua kita, hidup berkhikmat dan rukun satu dengan yang lain dengan demikian keturunan kita diberkati”.
Semuel mencontohkan salah satu tokoh Maluku yang menjadi tokoh nasional di zaman awal kemerdekaan Indonesia, Dr. Leimena, boleh menjadi menteri bahkan pernah menjadi kepala pemerintahan negara Indonesia, beliau menjadi orang kepercayaan presiden Soekarno, karena kecerdasan dan kejujurannya,.
Samuel mengatakan, Leimena makan apa (mengkonsumsi apa) , Leimena makan sagu seperti kita kenapa Leimena seterkenal itu oleh Indonesia bahkan dunia Internasional hingga kini.
“Satu hal yang beta bilang tadi berhikmat ,Om Jo Berhikmat, orang tuanya berhikmat,saat ini mari Katong (kita) samua mulai dari keluarga,Sekolah Minggu, tunas pekabaran Injil, gereja, pengajian, langgar-langgar, mesdjid-mesdjid, kita kembali mengajarkan kepada anak-anak kita , kepada generasi muda kita, bagaimana berhikmat, bagaimana Takut akan TUHAN, bagaimana Takut akan ALLAH” .
Saat ini kita semua tahu Maluku cukup terpuruk l, menjadi ke delapan termiskin di Indonesia data terbaru BPS, dari 38 Provinsi di Indonesia,: padahal kita memiliki kekayaan alam yang cukup melimpah dilaut 93%, yang belum dikelola , ada ikan, ada gas dan Migas di Blok Masela ,ada apa dilaut Banda yang merupakan laut terdalam didunia, yang kita belum ketahui potensi apa didalamnya” .
Saat ini kita mulai dari Blok Masela, bagaimana menyiapkan segala sesuatu, anak-anak Maluku dengan ilmu pengetahuan (tak perlu sekolah tinggi-tinggi hingga doktor cukup S1) , ketrampilan yang cukup , kecakapan, akhlak yang baik.Pendidikan Vokasi cukup.
“Kami hari ini bersama pak Reza dan Tim mencoba untuk kembali membangkitkan lagi energi baru bagi Maluku, ada enam (6) Minggu, kita lihat bagaimana hasilnya, jadi mari kita mulai untuk kemudian dapat menghasilkan anak-anak Maluku yang dapat mengelola SDA terutama yang 93 persen yang masih belum tersentuh , demikian Samson . (Ritta E Lekatompessy, SP).


















