LAPPAN Maluku & AKSI (for gender, social and ecological justice) Selenggarakan Lokakarya Bagi Perempuan Nelayan Latuhalat-Seilale

Ambon69 views

 

AmbonDemokradi Maluku ;  LAPPAN Maluku dan AKSI (for gender, social and ecological justice)
mengadakan lokakarya Gender Transformatif dan Inisiatif Dekarbonisasi Dipimpin oleh Perempuan Komunitas di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Ambon, 10-11 September 2026

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Program “Gender Transformatif dan Inisiatif Dekarbonisasi Berbasis Perempuan Komunitas” merupakan kerjasama LAPPAN dengan Aksi! dalam mendukung 39 perempuan nelayan di Negeri Seilale dan Latuhalat.

Pendekatan dilakukan dengan metode FPAR untuk membangun kesadaran kritis, belajar dari refleksi pengalaman perempuan. Mendorong partisipasi bermakna dan kepemimpinan perempuan untuk mengambil keputusan di lingkup keluarga dan komunitasnya.

 

Termasuk mentransformasi norma sosial yang adil gender. Membangun pengatahuan perempuan terkait dengan dampak perubahan iklim yang mengakibatkan kenaikan gas rumah kaca akibat panas bumi melalui proses industrialisasi dan pertanian modern.

Memperkuat pilihan-pilihan energi yang dapat mengurangi emisi karbon melalui decarbonisasi yang adil gender, ramah terhadap sumber daya,mudah diakses oleh perempuan dan dapat di dukung oleh anggaran.

Inisiatif komunitas Aniong Seilale melalui usulan panel surya untuk air bersih dapat di dukung melalui Dana desa/ADD. Inisiatif yang dilakukan oleh kelompok Aniong Seilale dan Latuhalawa Latuhalat Nusaniwe Ambon,memanfaatkan sumber-sumber energi bersih seperti matahari, angin dan air.

Lokakarya “Gender Transformatif dan Inisiatif Dekarbonisasi Berbasis Perempuan Komunitas” dapat memperkuat RAD API (Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim) Provinsi Maluku dan RUED (Rencana Umum Energi Daerah) Maluku yang mendorong keterlibatan komunitas dalam transisi energi.

Lokakarya di selenggarakan di hotel Amaris kota Ambon, 10 dan 11 September 2026, melibatkan 36 peserta perwakilan dari komunitas Latuhalawa Latuhalat, Aniong Seilale, Pemerintah Negeri Latuhalat, Pemerintah Negeri Seilale dan BPD kedua negeri.

Selain itu keterlibatan organisasi perempuan, disabilitas, masyarakat adat dan organisasi lingkungan, kajian gender di beberapa universitas di kota Ambon.

Narasumber dalam lokakarya ini adalah Berbagi pengetahuan mengenai dekarbonisasi yang transformatif gender (GeTDecarb) terkait konsep, prinsip, dan pendekatan transformatif gender berkaitan dengan transisi energi yang berkeadilan oleh Titi Soentoro, dari Aksi! for gender, social and ecological justice.

Berbagi pengetahuan, keterampilan dan pembelajaran mengenai pendekatan, proses dan hasil FPAR GeTDecarb di Ambon dan inisiatif perempuan komunitas memimpin inisiatif dekarbonisasi oleh Aniati Tokomadoran dari LAPPAN. Berbagi pengalaman perempuan FPAR Latuhalat dan Seilale mengikuti proses FPAR dan memimpin inisiatif dekarbonisasi di komunitasnya Delvya Latuputty Latuhalat dan Hana Pariama dari Seilale.

Pengalaman penerapan PLTS di Maluku dan dukungan kepada komunitas yang mengembangkan inisiatif PLTS yang dipimpin oleh perempuan komunitas: Halomoan Marthin Muskita.A.Md.,ST., SST.,MT, Ketua jurusan Teknik Elektro Politeknik Ambon.

Narasumber dari pihak pemerintah dinas ESDM Maluku terkait kebijakan dan aksi iklim yang berkaitan dengan mitigasi, adaptasi dan sektor energi di provinsi Maluku Ibu Sartika M.Launuru, ST.,MT dan dinas lingkungan hidup Provinsi Ibu Rithasya T Wenno,S.Si, Msi. Lokakarya ini inisiatif dekarbonisasi yang dipimpin perempuan di komunitas dan dukungan implementasi Gender Action Plan (GAP) di Maluku kota Ambon.

Tujuan lokakarya Membangun ruang belajar dan pemahaman bersama terkait dengan dekarbonisasi transformatif gender, Meningkatkan kapasitas peserta untuk memahami dan mendukung inisiatif dekarbonisasi komunitas yang dipimpin perempuan dari pengalaman proses dan hasil FPAR, Meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta untuk mendorong impelementasi anggaran yang responsif gender atau Balem Gender Action Plan dalam aksi-aksi iklim di Maluku dan Indonesia.

Kegiatan ini diakhiri dengan rekomendasi para peserta yang dibagi dalam tiga kelompok; pertama perencanaan, implementasi dan monev, kedua, data pilah gender serta ketiga terkait anggaran.

Para peserta melakukan riset dan membuat rekomendasi sesuai kebutuhan perempuan Maluku untuk dukungan terhadap partisipasi bermakna dan kepemimpinan perempuan, akses dana perubahan iklim yang adil dan tidak berdampak pada kerusakan lingkungan, mendukung inisiatif perempuan komunitas dalam pengurangan emisi karbon dengan memanfaatkan sumber-sumber energi bersih.

Rekomendasi ini akan digunakan untuk rekomendasi penerapan rencana aksi gender dan penerapan Belem gender Action plan yang akan dibahas pada COP 31 di Antalya Turki.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *