KADISBUB BICARA SOAL POLISI KARIB,   DISHUB & DITLANTAS IBARAT REM DAN GAS

Ambon204 views

Ambon, Demokrasi Maluku ; Kadis Perhubungan Provinsi Maluku, Semmy Huwae, menggambarkan hubungan pihaknya dan Polantas ibarat rem dan gas. Karenanya ia siap mendukung transparansi lalulintas menuju Polantas Karib,  Hal ini disampaikannya saat berbicara di depan peserta Rakernis Ditlantas Polda Maluku yang di gelar Jumat 11/9 di Grand Palace Hotel.

Rakernis di buka oleh Dirlantas Polda Maluku, Kombes Pol Dedy Eka Jaya Helmy SIK. MH dan diikuti semua PJU dan Satlantas Polres jajaran. Semmy lalu menggambarkan bahwa hubungan ibarat rem dan gas itu harus berjalan bersama dalam satu sistim pada sebuah kendaraan. Keduanya tidak bisa dipisahkan karena memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan kelancaran, ketertiban dan keselamatan di jalan raya.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

“Dishub mengatur regresi lalu lintas, memasang rambu dan marka jalan sampai pada mengelola fasilitas parkir. Sedangkan Polantas menilang, urai kemacetan dan menindak pelanggar rambu lalin,”ujarnya.

Terkait kepercayaan publik yang harus dijaga, mantan Kadis Kominfo Maluku ini menjelaskan bahwa transparansi di era digital 2026 bukan lagi pilihan melainkan kewajiban mutlak untuk membangun kepercayaan masyarakat Maluku terhadap aparat penegak hukum dan penyelenggara transportasi. Karena itu, dia berharap kolaborasi data harus bisa nendorong integrasi sistim data lalu lintas secara transparan mulai dari manajemen amdalalin, pengelolaan parkir hinggs pos-pos pengawasan terpadu.

Sementara itu, Kombes Dedy saat memberikan pengarahannya bersyukur atas kemajuan pengelolaan lalu lintas di Kota Ambon. Katanya, pengembangan smart city dan ETLE sudah sesuai fungsinya. Tujuan itu adalah untuk memantau arus lalin di titik titik rawan dan beberapa ruas yang ada. Dia berpesan disiplin dalam tugas adalah kunci kesuksesan dan kehormatan. Karena itu, Polantas karib yang diakronimkan dalam bentuk kemitraan, aktif, responsif, intuitif dan berintegritas harus bisa dipahami oleh setiap aparatur Polantas terutama dalam membangun rasa cintanya dan semangatnya dalam melayani dengan humanis dekat dan bersahabat dengan masyarakat.

Rakernis sehari itu diharapkan dapat melahirkan gagasan dan rekomendasi yang akan diserahkan kepada Pemda Maluku agar dapat direalisasikan pada tahun 2027 yang akan datang. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *