Tangerang-Banten , Demokrasi Maluku ; Kadis Perikanan Maluku Tenggara Ruslan A. G. Ingratubun, S.E., M.Ec.Dev.menyatakan, rumput laut merupakan anugerah TUHAN bagi Maluku Tenggara terkhusus bagi pembudidaya rumput laut di Kepulawan Kei. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas di sela-sela expo APKASI, yang berlangsung di hall 3-3A Bumi Serpong Damai (BSI) Tangerang Banten ,Kamis (26/08/2026).
Menurutnya, Dinas Perikanan sebagai instansi teknis terus melakukan pendampingan dan pembinaan bagi para pembudi- daya, karena merupakan mata pencaharian pokok mereka .
” Rumput laut ini merupakan mata pencaharian yang memberi manfaat yang sangat besar terhadap kehidupan para pembudi- daya karena pembudidaya menyekolahkan anak, melakukan ibadah haji dan seluruh eksistensi kehidupan keseharian dan totalitas kehidupan mereka bergantung pada budidaya rumput laut, karena itu kami terus dan intens membantu para pembudidaya baik untuk pemasaran maupun untuk budidayanya”.
-Luas lahan budidaya di Maluku Tenggara 14.100 Ha lebih. Dari luasan itu, sebnyak 8.662,23 Ha adalah lahan potensial budidaya Rumput Laut. Dari luasan tetsebut, hingga 2026 baru terpakai 15,95 %. Lahan budidaya tersebar pada 11 klaster pulau Kei Kecil dan Kei Besar. Harga rumput laut kering saat ini Rp. 27.000 Per kg.Dengan budidaya rumput laut, bnyak orang tua membiayai kuliah anak bahkan untuk membayar ongkos perjalanan haji.
Potensi Perikanan tangkap, Maluku Tenggara berada pada tiga ( 3) WPP yaitu WPP 714 Laut banda, 718 Laut Aru dan 715 Laut Seram dengan potensi sebesar kurang lebih 4,3 juta ton dengan JTB (Jumlah Tangkap yang diperbolehkan) sebesar kurang lebih 3,1 juta ton.
Lahan untuk budidaya rumput laut sebesar 8. 662,23 Ha tersebut akan terus dikembangkan . Selain itu ada juga budidaya teripang, budidaya lola.
Selain rumput laut Maluku Tenggara juga punya potensi perikanan khususnya ikan , ada berbagai jenis ikan yang menjadi potensi perikanan tangkap bagi nelayan di Maluku Tenggara.
Potensi Perikanan tangkap, Maluku Tenggara berada pada tiga ( 3) WPP yaitu WPP 714 Laut banda, 718 Laut Aru dan 715 Laut Seram dengan potensi sebesar kurang lebih 4,3 juta ton dengan JTB (Jumlah Tangkap yang diperbolehkan) sebesar kurang lebih 3,1 juta ton.
“Ada beberapa investor yang ingin berinvestasi untuk membeli tangkapan para nelayan.Kita butuh beberapa investor agar harganya bisa bersaing, tak terjadi monopoli agar nelayan tak dirugikan,” ujar Kadis.
Harapan kami, “tentunya ke depan ada peningkatan taraf hidup bagi nelayan dan para pembudidaya rumput laut, teripang dan juga pembudidaya mutiara dan lainnya”.
Sebagai Kadis fungsi kita adalah memberdayakan masyarakat lewat program-program pemberdayaan yang intinya adalah mengurangi angka kemiskinan dan mengeluarkan masyarakat dari garis kemiskinan juga menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha yang seluas-,luasnya bagi masyarakat terkhusus para nelayan dan pembudidaya, karena itu lewat bimbingan dan pendampingan baik bagi nelayan maupun pembudidaya dengan tujuan akhir peningkatan kesejahteraan para pembudidaya maupun nelayan Dengan demikian mengurangi angka kemiskinan bahkan membawa masyarakat ke arah kehidupan yang lebih sejahtera . (Ritta E Lekatompessy).















