Tangerang-Banten , Demokrasi Maluku ; Kadis Perikanan Maluku Tenggara Ruslan A. G. Ingratubun, S.E., M.Ec.Dev.menyatakan, rumput laut merupakan anugerah TUHAN bagi Maluku Tenggara terkhusus bagi pembudidaya rumput laut di Kepulawan Kei. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas di sela-sela expo APKASI, yang berlangsung di hall 3-3A Bumi Serpong Damai (BSI) Tangerang Banten ,Kamis (26/08/2026).
Menurutnya, Dinas Perikanan sebagai instansi teknis terus melakukan pendampingan dan pembinaan bagi para pembudi- daya, karena merupakan mata pencaharian pokok mereka .
” Rumput laut ini merupakan mata pencaharian yang memberi manfaat yang sangat besar terhadap kehidupan para pembudi- daya karena pembudidaya menyekolahkan anak, melakukan ibadah haji dan seluruh eksistensi kehidupan keseharian dan totalitas kehidupan mereka bergantung pada budidaya rumput laut, karena itu kami terus dan intens membantu para pembudidaya baik untuk pemasaran maupun untuk budidayanya”.
Lahan untuk budidaya rumput laut sebesar 8. 682 Ha dan akan terus dikembangkan . Selain itu ada juga budidaya teripang, budidaya lola, “Jadi total keseluruhan untuk budidaya teripang, rumput laut dan lola berjumlah 14.000 Ha lebih”.
Selain rumput laut Maluku Tenggara juga punya potensi perikanan khususnya ikan , ada berbagai jenis ikan yang menjadi potensi perikanan tangkap bagi nelayan di Maluku Tenggara
,sebanyak 4,3 ton potensi ikan perctahun dan yang diperbolehkan untuk ditangkap nelayan sebanyak 3,1 ton per tahun.Meliputi WPP 714 Laut Aru, WPP 715 laut Seram dan WPP 718 Laut Banda.Sudah ditetapkan dalam beberapa cluster.
“Ada beberapa investor yang ingin berinvestasi untuk membeli tangkapan para nelayan.Kita butuh beberapa investor agar harganya bisa bersaing, tak terjadi monopoli agar nelayan tak dirugikan,” ujar Kadis.
Harapan kami, “tentunya ke depan ada peningkatan taraf hidup bagi nelayan dan para pembudidaya rumput laut, teripang dan juga pembudidaya mutiara dan lainnya”.
Sebagai Kadis fungsi kita adalah memberdayakan masyarakat lewat program-program pemberdayaan yang intinya adalah mengurangi angka kemiskinan dan mengeluarkan masyarakat dari garis kemiskinan juga menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha yang seluas-,luasnya bagi masyarakat terkhusus para nelayan dan pembudidaya, karena itu lewat bimbingan dan pendampingan baik bagi nelayan maupun pembudidaya dengan tujuan akhir peningkatan kesejahteraan para pembudidaya maupun nelayan Dengan demikian mengurangi angka kemiskinan bahkan membawa masyarakat ke arah kehidupan yang lebih sejahtera . (Ritta E Lekatompessy).




















