AMBON, 17 Agustus 2026 — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku berlangsung khidmat, Senin (17/8/2026).
Dalam amanatnya, Plt. Kepala BPJN Maluku, Ir. Muh. Ulwan Talaohu, ST., MT., menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak semata-mata diukur dari besarnya proyek, tetapi dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Mengawali amanatnya, Ulwan mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi.
“Di tengah rasa syukur pagi ini, hati dan doa kita juga bersama saudara-saudara kita di NTT. Semoga mereka segera pulih dan bangkit kembali,” ujar Ulwan.
Ia kemudian menyampaikan sejumlah pesan penting yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara, di antaranya menjunjung Undang-Undang Dasar 1945, mengutamakan kepentingan bangsa, merespons kesulitan rakyat dengan cepat, serta memastikan setiap pekerjaan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Khusus bagi jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, Ulwan menekankan pentingnya mengukur keberhasilan pekerjaan berdasarkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
“Apakah pekerjaan kita sudah benar-benar memudahkan hidup rakyat?” tegasnya.
Menurut Ulwan, pekerjaan infrastruktur tidak dapat dianggap selesai hanya karena pembangunan fisiknya telah rampung. Infrastruktur harus mampu memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Pekerjaan kita selesai ketika air benar-benar sampai ke sawah, ketika jalan benar-benar mendekatkan warga ke sekolah, ke pasar, dan ke berbagai kesempatan ekonomi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ulwan juga memaparkan berbagai capaian Kementerian PU, antara lain penanganan lebih dari 12.700 kilometer jaringan irigasi yang mendukung sekitar 780.000 hektare sawah, pembangunan ribuan pompa irigasi, percepatan penyelesaian 15 bendungan, serta pembangunan dan pemeliharaan jaringan jalan dan jembatan nasional.
Ia menegaskan, infrastruktur juga memiliki peran strategis dalam menghadapi kondisi darurat dan bencana. Kehadiran pemerintah, kata dia, harus dapat dirasakan masyarakat melalui tindakan nyata di lapangan.
“Rakyat tidak butuh penjelasan panjang, rakyat butuh negara hadir dan bekerja: membuka akses jalan yang terputus, memulihkan air bersih, memperbaiki hunian, mengaktifkan kembali sekolah, dan membantu kehidupan warga kembali normal,” ujarnya.
Ulwan kemudian menekankan prinsip utama yang harus menjadi pegangan seluruh jajaran Kementerian PU.
“Yang kita cari bukan proyek yang paling besar. Yang kita cari adalah manfaat yang paling besar untuk rakyat,” tegasnya.
Karena itu, setiap rupiah anggaran negara, lanjut Ulwan, harus dikelola secara efisien, tepat sasaran, transparan, dan terukur. Ia meminta seluruh jajaran mencegah pemborosan serta menutup celah terjadinya kebocoran anggaran.
Selain efektivitas anggaran, integritas aparatur juga menjadi perhatian utama. Ulwan mengingatkan bahwa jabatan dan kewenangan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara dan masyarakat.
“Jabatan dan kewenangan bukan hak istimewa, melainkan amanah. Integritas terlihat dari keputusan sehari-hari: menjaga uang rakyat, menjaga mutu pekerjaan, tidak menyalahgunakan kekuasaan, tidak mengambil yang bukan hak, dan berani menindak tegas setiap penyimpangan,” katanya.
Ia juga meminta birokrasi di lingkungan Kementerian PU untuk terus mengedepankan pelayanan publik. Aparatur harus hadir sebagai bagian dari solusi dan tidak menjadikan prosedur birokrasi sebagai hambatan bagi masyarakat.
Menurutnya, setiap pekerjaan harus dilakukan secara cepat, namun tetap cermat; efisien tanpa mengorbankan kualitas; serta berorientasi pada penyelesaian masalah tanpa mengabaikan ketentuan dan aturan yang berlaku.
Menutup amanatnya, Ulwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai dan jajaran Kementerian PU, termasuk para purnabakti, atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan kepada masyarakat.
“ Kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati setiap tahun. Kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, agar republik ini tidak hanya berdiri, tetapi terus hadir, bermanfaat, dan melayani rakyatnya,” pungkasnya.(tasya.p)



















