Dodik Bela Negara Rindam XV/Pattimura Jadikan HUT RI Ke-81 Momentum Bangun Karakter Generasi Muda

TNI POLRI0 views

MALUKU TENGAH, 17 Agustus 2026 — Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang untuk menanamkan kembali semangat kebangsaan dan nilai-nilai bela negara, khususnya kepada generasi muda.

Upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Matahari Negeri Liang itu dihadiri berbagai unsur masyarakat serta jajaran TNI dari Rindam XV/Pattimura. Usai pelaksanaan upacara, Dandodik Bela Negara Rindam XV/Pattimura, Letkol Kav. Farisun, menyampaikan pentingnya menjadikan peringatan HUT Kemerdekaan sebagai momentum membangun karakter generasi penerus bangsa.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Menurut Farisun, kehadiran personel Rindam XV/Pattimura di Negeri Liang merupakan bagian dari sinergi antara TNI, pemerintah negeri, masyarakat adat, serta seluruh elemen masyarakat.

“Kehadiran kami juga atas permintaan dan undangan Pemerintah Negeri Liang, khususnya Bapak Upulatu Negeri Liang. Ini menunjukkan bahwa bela negara bukan hanya tugas TNI, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa,” ujar Farisun.

Ia menilai peringatan HUT RI ke-81 harus dimaknai lebih jauh daripada sekadar perayaan kemerdekaan. Hari Kemerdekaan, kata dia, menjadi kesempatan untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan sekaligus mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman.

“HUT RI ke-81 harus menjadi batu loncatan untuk membangun kesadaran dan kedewasaan generasi muda. Mereka harus mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya.

Generasi Muda Diminta Cerdas Hadapi Arus Informasi

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, Farisun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum teruji kebenarannya.

Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana positif untuk membangun persatuan, tetapi juga dapat menjadi sumber konflik apabila digunakan tanpa sikap kritis.

Ia pun mengajak generasi muda untuk membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

“Jangan mudah terprovokasi oleh berita yang belum tentu benar. Kita harus mampu memilah informasi dan berpikir kritis. Jangan sampai perbedaan pendapat atau isu yang belum jelas justru memecah persatuan yang telah dibangun oleh para pendahulu kita,” katanya.

Farisun menegaskan, bela negara tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Menurutnya, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati aturan, belajar dengan sungguh-sungguh, serta berkontribusi positif bagi lingkungan merupakan bentuk nyata bela negara dalam kehidupan sehari-hari.

Upacara Kemerdekaan Jadi Media Pendidikan Kebangsaan

Lebih lanjut, ia menilai kegiatan kebangsaan seperti upacara peringatan HUT RI memiliki nilai edukasi yang besar bagi anak-anak dan pemuda.

Jika kegiatan tersebut dilakukan secara konsisten, kata Farisun, generasi muda akan terbiasa memahami makna persatuan, disiplin, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap tanah air.

“Kalau anak-anak dan pemuda rutin mengikuti kegiatan kebangsaan seperti ini, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam berpikir dan bijaksana dalam bertindak. Ketika kelak menjadi mahasiswa, bekerja, bahkan menjadi pemimpin, nilai-nilai kebangsaan itu sudah tertanam kuat dalam diri mereka,” jelasnya.

Ia kemudian mengingatkan lima nilai dasar bela negara yang perlu ditanamkan sejak dini, yakni cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara.

Kelima nilai tersebut, menurutnya, merupakan fondasi penting untuk membentuk generasi yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.

TNI Ajak Pemerintah Negeri dan Masyarakat Bersinergi

Farisun mengatakan, pembentukan karakter kebangsaan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, satuan Bela Negara Rindam XV/Pattimura akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah negeri, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta masyarakat.

“Kami dari satuan Bela Negara akan terus mengajak dan berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Kesadaran berbangsa dan bernegara harus tumbuh di setiap hati masyarakat, terutama anak-anak dan pemuda,” ungkapnya.

Ia berharap semangat kemerdekaan yang terpancar dalam peringatan HUT RI ke-81 di Negeri Liang tidak berhenti setelah upacara selesai, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun generasi yang berkarakter, cinta tanah air, kritis menghadapi informasi, serta mampu menjaga persatuan bangsa.

“Kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal yang positif. Mari tanamkan bela negara sejak dini agar generasi penerus siap menghadapi tantangan masa depan, tetapi tetap kokoh dengan identitas dan nilai-nilai ke-Indonesiaannya,” pungkas Farisun.

(Tasya. Patty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *