Dari Rumah Fatmawati Ke Negeri Liang- Jejak Anna Latuconsina Bawah Semangat Merah Putih

Daerah7 views

MALUKU TENGAH, 17 Agustus 2026 — Ada kebanggaan dan haru yang menyelimuti Lapangan Matahari, Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, pada Senin pagi ini, 17 Agustus 2026. Di tengah upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81, satu momen terasa begitu istimewa dan bermakna: Duplikat Bendera Pusaka Merah Putih, yang diambil langsung dari Rumah Ibu Fatmawati di Bengkulu, kini berkibar megah di tanah Negeri Liang.

Bendera ini dibawa dan diserahkan secara khusus oleh Hj. Anna Ruswan Latuconsina, S.H., S.I.Kom., anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Maluku, pada masa resesnya. Anna Latuconsina tidak bertugas sebagai Paskibraka yang mengibarkan bendera di Istana Negara, melainkan melaksanakan misi budaya dan kebangsaan — membawa amanah bendera yang menjadi simbol persatuan seluruh bangsa, lalu menyerahkannya untuk dirawat dan dijaga di Negeri Liang.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Bendera yang dijahit oleh Ibu Fatmawati dan dikibarkan pertama kali pada hari kemerdekaan 17 Agustus 1945 itu kini hadir di tengah masyarakat Negeri Liang. Bukan sekadar kain merah putih, melainkan sebuah amanah besar yang diamanahkan secara resmi kepada masyarakat Negeri Liang untuk dijaga, dirawat, dan diwariskan ke generasi berikutnya sebagai simbol semangat kebangsaan yang tak boleh padam.

Dan pada hari yang bersejarah ini — 81 tahun Indonesia Merdeka — bendera tersebut kembali dikibarkan dengan gagah berani oleh putra-putri terbaik Negeri Liang, siswa-siswi yang merupakan harapan masa depan daerah ini. Melihat bendera itu naik perlahan menuju puncak tiang, seolah kita menyaksikan kembali perjuangan para pendiri bangsa, kini diteruskan oleh tangan-tangan muda dari tanah Maluku.

Inilah makna sebenarnya dari kemerdekaan: bahwa Bendera Merah Putih bukan milik satu kelompok, satu daerah, atau satu pulau saja. Bendera ini milik seluruh rakyat Indonesia — dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, termasuk di Negeri Liang, Maluku Tengah. Kehadirannya di sini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan adalah milik bersama, dan menjaganya adalah tugas kita semua.

Kepada Anna Latuconsina, langkah ini patut diapresiasi. Ia tidak sekadar membawa bendera, tetapi membawa semangat persatuan ke pelosok negeri, memastikan bahwa warga di daerah pun merasakan kehadiran dan kebanggaan menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semoga Duplikat Bendera Pusaka ini terus berkibar di Negeri Liang, menjadi pengingat abadi: bahwa di tengah perbedaan, kita tetap satu bangsa, satu tanah air, dan satu bendera — Merah Putih.

(tasya.p)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *