Komisi III DPRD Maluku Targetkan Bahtera Nusantara Berlayar Lagi Pertengahan Agustus 2026
AMBON – Komisi III DPRD Provinsi Maluku menargetkan kapal Bahtera Nusantara milik PD Panca Karya kembali beroperasi pada pertengahan Agustus 2026 setelah sempat berhenti melayani masyarakat akibat mengalami kerusakan mesin.
Target tersebut menjadi salah satu keputusan penting dalam rapat kerja Komisi III DPRD Maluku bersama Dewan Pengawas dan Direksi PD Panca Karya yang berlangsung di Kantor DPRD Maluku, Kamis (23/7/2026).
Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, menegaskan bahwa pihaknya meminta manajemen PD Panca Karya segera menuntaskan proses perbaikan kapal agar pelayanan transportasi laut bagi masyarakat dapat kembali berjalan normal.
“Kesimpulan rapat hari ini, Bahtera Nusantara harus sudah kembali beroperasi sekitar pertengahan Agustus. Setelah itu, kapal-kapal lain yang hingga kini belum beroperasi juga harus segera diaktifkan, terutama yang melayani rute-rute strategis di Maluku,” ujar Alhidayat usai rapat.
Selain Bahtera Nusantara, Komisi III juga menyoroti sejumlah armada lain yang masih berhenti beroperasi. Jalur pelayaran seperti Seram Bagian Timur–Seram Bagian Barat–Tual hingga Ambon dinilai sangat penting karena menjadi akses utama mobilitas masyarakat dan distribusi barang antarpulau.
Alhidayat menjelaskan, Bahtera Nusantara mengalami kerusakan mesin ketika melayani angkutan mudik masyarakat pada rute Ambon–Banda–Tual. Kerusakan terjadi di sekitar perairan Tanjung Alang sehingga kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran.
Saat ini, mesin kapal tengah menjalani proses perbaikan di Surabaya. Berdasarkan informasi yang diterima Komisi III, komponen yang dibutuhkan diperkirakan akan tiba di Ambon dalam waktu 10 hingga 15 hari.
“Mesin kapal sedang diperbaiki di Surabaya. Informasi yang kami terima, dalam 10 sampai 15 hari komponen pengganti sudah tiba di Ambon. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, target pengoperasian kembali pada pertengahan Agustus dapat diwujudkan,” jelasnya.
Komisi III DPRD Maluku memastikan akan terus mengawal proses perbaikan hingga seluruh armada PD Panca Karya kembali beroperasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas antarpulau sekaligus memenuhi kebutuhan transportasi laut masyarakat Maluku yang selama ini bergantung pada layanan kapal milik daerah tersebut.Tasya




















