Penasehat Ahli Ketua SKK Migas : Seluruh Pemangku Kepentingan Mesti Bahu-Membahu
Ambon, Demokrasi Maluku ; Derek Loupatty, SH Penasehat Ahli Kepala SKK Migas RI dalam lawatannya ke Maluku mendampingi Kepala SKK Migas RI berharap masyarakat Maluku dan seluruh pemangku kepentingan baik gubernur, Forkopimda, Bupati/walikota se Provinsi Maluku, seluruh stakeholders terkait termasuk masyarakat Maluku untuk tidak menyia-nyiakan dan mendukung penuh terlaksanannya proyek strategis nasional Block Masela di Kabupaten Kepulawan Tanimbar (KKT), Provinsi Maluku, yang merupakan anugerah TUHAN bagi Maluku, penegasan ini disampaikan Derek Usai pertemuan bersama antara SKK Migas RI bersama rombongan dengan Pemerintah Provinsi Maluku, Forkopimda, Bupati KKT & Bupati MBD di Kantor Gubernur Maluku , Selasa (31/03/2026).
“Jadi pada prinsipnya kehadiran
SKK Migas, untuk memperjelas bahwa Block Masela dipastikan akan beroperasi di Maluku dengan regulasi-regulasi yang sudah ada.
Kita datang untuk pertemuan MPMD Maluku hari ini, pertemuan resmi, dimana SKK Migas menjelaskan, apa saja yang akan dikerjakan lewat investasi sebesar ini di KKT, “kata Decky panggilan akrab Derek.
Menurutnya, Blok Masela adalah proyek strategis nasional, dan satu -satunya proyek strategis nasional terbesar di republik ini, yang sudah ada di Maluku, karena itu diharapkan didukung oleh daerah dan semua Forkopimda yang ada baik Provinsi maupun kabupaten/kota di Maluku .
“Kami harapkan ada pekerjaan-pekerjaan, ada tenaga kerja, yang memang harus disiapkan
untuk kepentingan masyarakat lokal di Maluku, dalam rangka pertumbuhan ekonomi daerah”.
Selanjutnya Decky katakan, untuk hal ini, pemerintah daerah harus segera menjelaskan kepada SKK Migas, yang adalah pimpinan kami, yang saat ini dipimpin oleh Pak Eka Bayu sebagai Deputi Bisnis
& juga Kepala SKK Migas karena beliau tadi sudah menjelaskan seperti apa skenario Block Masela ke depan.
“Impact sudah hadir, yang mesti dikerjakan dan dijelaskan oleh Maluku antara lain ; seperti apa dampak sosialnya, seperti apa dampak ekonominya, bagaimana tenaga-tenaga kerja profesional harus disiapkan pemerintah daerah.
Kami sebagai anak daerah, saya, Bung Umar Lesi, Bung Michael, Bung Booy Sangadji, dinda Iksan Tualeka,kita diberikan kepercayaan untuk membantu mempercepat proyek ini.Kami sudah mendesak agar semua terbuka bagi masyarakat di Maluku”.
Harapan terbesar kami,
Pemda Maluku, lewat Gubernur serta semua pemangku kepentingan daerah, jangan menyia-nyiakan kesempatan dan berkat TUHAN bagi negeri kita Maluku tercinta ini .
“Ini anugerah terbesar yang TUHAN berikan bagi kita, agar bisa keluar dari lingkaran kemiskinan selama Indonesia merdeka, “kata Decky
Pemda harus menyiapkan tenaga-tenaga profesional, bukan saja sekedar lulus kuliah, memiliki gelar, namun skillnya juga perlu disiapkan, Pemda harus intens , bila perlu mengecek ke Impact apa saja syarat- syarat yang harus dipenuhi para pencari kerja, diberitahukan kepada masyarakat, untuk mereka dapat menyiapkan diri, memenuhi semua persyaratan untuk dapat bekerja di Block Masela. Bahkan Pemda juga harus menyiapkan tenaga untuk melatih para pekerja anak-anak Maluku untuk dilatih sesuai skill yang diminta , ujar Decky.
Pengusaha-pengusaha lokalpun dipersiapkan, untuk menunjang investasi yang begini besar yang sudah masuk ke Maluku, kata Decky pula.
Semua harus disiapkan pemerintah agar masyarakat Maluku tak jadi penonton di negeri sendiri.
“Itu harapan kita. Jadi, kami sudah mendorong, sudah terbuka, Pemda diharapkan mensosialisasikan ini kepada masyarakat, kepada pengusaha-pengusaha lokal.
“Kami hadir sebagai penasihat ahli kepala SKK Migas, untuk membantu, bukan saja proyek-proyek strategis nasional yang ada di Maluku, tapi kami bertugas untuk seluruh Indonesia tapi kami lebih konsen untuk kampung halaman kami di Maluku, sebagai anak daerah,” ujar dia.
Ground Breakingnya direncanakan sesuai informasi sebenarnya, sebelum bulan puasa kemarin sudah jalan ,
namun karena berbagai forum yang baru dibuat, untuk pengambilan keputusan dari Pemda, jadi dimungkinkan kita menunggu agenda pak Menteri. Apakah itu di bulan April atau Mei 2026 tapi sesuai informasi secepatnya segera direalisasikan. Impact dalam hal ini Jepang sudah siap untuk itu, kata Decky menambahkan.
Lebih jauh Decky katakan, pak Menteri sudah berpikir ke arah itu jauh-jauh hari dan kali ini, dalam tahun ini pak menteri benar-bebar konsen, karena kita semua tahu beliau lahir di Maluku, besar di Papua berkarier di Papua tapi sangat mencintai Maluku, dan berkeinginan Maluku harus maju dan keluar dari lingkaran kemiskinan .
“Bagi kita, beliau adalah Menteri Kebanggaan kita, orang Maluku dan Papua, karena itu, kita yakin sungguh bahwa harapan Pak Menteri untuk terus mendorong proyek ini harus segera terealisir, Beta (saya) kira teman-teman media sudah tahu soal ini”.
SKK Migas sudah memberikan teguran keras, kenapa tidak jalan, kenapa belum jalan padahal sudah hampir 26 tahun.
“Jadi setelah kami terlibat dalam proyek ini, berharap teman-teman media harus bisa berkontribusi, untuk membantu pembangunan nya segera berjalan. Jadi kita minta untuk Pemda jangan lagi menutup diri, sosialisasikan kepada masyarakat.Biarkan masyarakat bisa terlibat langsung”.
Banyak tenaga kerja profesional kita, alumni kita, yang disekolahkan oleh daerah, banyak juga yang saat ini sudah bekerja di luar Maluku , ada yang dari Unpatti juga, Poltek dan sebagainya. Ini harus dilibatkan.
Contoh, misalnya kebutuhan makan untuk karyawan ,kalau kebutuhan makan, suplai pangan, sebelum masuk dari luar, ada lokal punya lokal atau tidak,berapa banyak di siapkan? Misalnya telur,
mampukah pengusaha telur yang bisa perhari ribuan atau puluhan ribu butir?
Kalau tidak mampu, apa yang harus dilaksanakan oleh pengusaha
-pengusaha lokal,kalau tidak cukup dari MBD & KTT, mungkin diambil dari Seram & Kabupaten lain, ikan dan sebagainya, kata Decky yang adalah jebolan SMA 1 Masohi Kabupaten Maluku Tengah dan pernah mengeyam Pendidikan tingginya di Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon Angkatan 1987 .
Semua akan menjadi berkaitan, satu dengan lainnya, demikian juga materialnya, kalau material, misalnya membutuhkan pasir, batu, kalau tidak cukup di dua (2) kabupaten itu, bisa ambil dari seram , itu yang kita dorong.
11 kabupaten/ kota terkena dampaknya.
Pasti terkena dampak langsung, karena proyek ini, nilainya cukup besar, ratusan triliun, hampir 300 triliun lebih, masa kita jadi penonton?, ujar dia penuh tanya.
Ketika ditanya porsi masyarakat lokal dia menjawab,Jadi prioritas dan pasti , ada porsi tersendiri, jadi itu akan kita kembangkan terus dan jadi komitmen kita.
“Tapi lagi-lagi kita hanya bisa memberikan saran, pendapat, petunjuk, arahan, kita berharap, Pemda yang lebih bergerak menyiapkan tenaga-tenaga untuk itu”.
Selanjutnya Decky Jelaskan, dalam pertemuan tadi, Pemda sangat berterima kasih, dengan kehadiran kami dari SKK Migas bersama dengan impact.
Ke depan akan ada banyak vendor-vendor yang akan terlibat.Contoh saja, misalnya tenaga untuk las profesional, tukang lasnya di kita ada, tapi dia harus dibina lagi kan. Untuk itu, Pemda harus punya kriteria-kriteria yang sudah kita kasih sebagai persyarat pemenuhan pekerjaan-pekerjaan itu .
Harapan kita, kehadiran masyarakat bekerja dan terlibat langsung di Blok Masela akan menghapus predikat Maluku sebagai provinsi keempat termiskin di Indonesia, dan itu tentu harapan kita semua sebagai anak-anak Maluku dimana saja kita berada saat ini.
Target produksi direncanakan paling lambat di tahun 2030, karena target seluruh pembangunan sudah selesai di bangun, ujar Decky yang juga salah satu Pengurus DPP Golkar menutup seluruh pembucaraannya. (Ritta E Lekatompessy).











