Syukuran Satu Tahun Kepemimpinan, Gubernur ; Moment Refleksi & Mantapkan Niat Tulus Mengabdi Bagi Maluku

Latuapo ; Jangan Terpancing Isu SARA

Ambon, Demokrasi Maluku ; Pemerintah Provinsi Maluku Jumat (20/02/2026) memperingati satu tahun kepemimpinan Gubernur dan wakil gubernur Maluku , berlangsung di rumah dinas gubernur Maluku kawasan Mangga Dua Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon Provinsi Maluku. Peringatan tersebut di rangkai dengan buka puasa bersama .

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa ,SH.LLM mengawali sambutannya dengan mengajak hadirin untuk bersyukur kepada TUHAN yang maha kuasa, Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Atas kasih dan penyertaan-Nya, kita dapat berkumpul dalam suasana syukuran satu tahun pemerintahan kami

“Bagi kami, syukuran ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah momen refleksi, saat untuk berkaca, mengevaluasi, dan memantapkan kembali niat tulus dalam mengabdi bagi Maluku.

Satu tahun memang waktu yang singkat, namun cukup untuk memberi arah yang jelas tentang ke mana perjuangan ini kita bawa. Di tengah berbagai liku dan tantangan, setiap langkah kecil kemajuan tetap kami syukuri dengan sepenuh hati” .

Menurutnya, dengan tetap berpegang pada visi transformasi menuju Maluku yang maju, adil, dan sejahtera dalam bingkai Indonesia emas 2045, serta misi Sapta Cita Lawamena, kami terus bekerja memperbaiki yang belum tepat dan menata kembali yang terbengkalai. Setiap perbaikan adalah pijakan menuju perubahan yang lebih baik, kata dia.

“Selama satu tahun ini, berbagai capaian dapat diraih berkat partisipasi, dukungan, dan kolaborasi semua pihak. Puji Tuhan, Alhamdulillah, sejumlah program strategis nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah berjalan di Maluku. Di antaranya program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, koperasi Merah Putih, pengendalian inflasi, penurunan stunting, hingga penyelesaian pembangunan Bendungan Wayapo”.

Ditambahkannya, tahun ini telah dibangun dua kampung nelayan merah putih di Kabupaten Buru dan Kota Tual. Pada 2026, direncanakan pembangunan 20 kampung nelayan di seluruh kabupaten/kota di Maluku, serta belasan kampung nelayan penyangga lainnya.

Di sektor kesehatan, pembangunan RSUD Namlea sebagai bagian dari program quick win telah terlaksana, dan pada 2026 akan dilanjutkan di lima kabupaten/kota: Buru Selatan, Maluku Barat Daya, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru, dan Kota Tual.

Beberapa Proyek Strategis Nasional juga terus berproses, seperti Maluku Integrated Port, pengembangan Blok Masela, hilirisasi sagu di Seram Bagian Timur (Kecamatan Tutuk Tolu), hilirisasi kelapa dan pala di Maluku Tengah (Kecamatan Teluk Elpaputih), hilirisasi ayam terintegrasi di empat titik, serta pembangunan kawasan-kawasan strategis lainnya.

“Dalam kapasitas kami sebagai Sekjen APPSI dan Ketua Badan Kerja Sama delapan provinsi kepulauan, kami terus mendorong pembahasan hingga penetapan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan menjadi undang-undang. Regulasi ini merupakan impian besar yang sangat strategis bagi masa depan pengelolaan kelautan dan perikanan di Maluku serta provinsi-provinsi berciri kepulauan lainnya”.

Di tengah dinamika nasional dan global yang tidak mudah, per ekonomian Maluku tetap berada pada tren positif. Data Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun 2025 mencapai 5,44 persen, sedikit lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,39 persen.
Angka kemiskinan juga menurun, dari 15,38 persen pada Maret 2025 menjadi 15,25 persen pada September 2025. Inflasi memang berfluktuasi, dipengaruhi berbagai faktor lokal dan nasional, namun koordinasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah terus kami perkuat agar tetap berada dalam target nasional 2,5 persen ±1 persen.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku tahun 2025 mencapai 74,09 poin, meningkat dari 73,40 poin pada 2024.

Hendrik mengatakan berdasarkan angka-angka atau capaian tersebut diatas menempatkan Maluku dalam kategori tinggi, sebuah indikator bahwa kualitas hidup masyarakat terus membaik.
Berbagai kemajuan tersebut juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

Pemerintah Provinsi Maluku meraih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 dengan kualifikasi informatif dan nilai 92,10. Kita juga menerima SPM Award 2025 sebagai provinsi terbaik penerapan SPM wilayah Maluku-Papua, serta TPID Award 2025 sebagai provinsi terbaik kedua wilayah Nusa Tenggara–Maluku–Papua.

Hasil Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 2025 menunjukkan Maluku telah berada di zona hijau, setelah beberapa tahun sebelumnya berada di zona merah.

Indeks tata kelola pengadaan barang dan jasa yang dirilis oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah juga mencapai skor 83,39, kategori baik dan zona hijau.

‘Kita pun meraih berbagai penghargaan nasional di bidang pariwisata dan pendidikan, yang semakin mengukuhkan posisi Maluku sebagai daerah yang terus bergerak maju. Menyadari bahwa perjalanan masih panjang. Tantangan ke depan tidaklah ringan. Namun dengan kebersamaan, kerja keras, dan doa seluruh masyarakat Maluku, dia me yakini transformasi menuju Maluku yang maju, adil, dan sejahtera akan terus diwujudkan.

Semoga momentum syukuran satu tahun ini menjadi penguat komitmen kita bersama untuk terus bekerja, melayani, dan mengabdi bagi Bumi Raja-Raja yang kita cintai”.

Kita juga memperoleh beberapa penghargaan dan sertifikat nasional di bidang pariwisata,pendidikan dan kebudayaan, serta perpustaka -an dan kearsipan.

Sepanjang satu tahun kepemimpinan kami,
kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat secara umum dapat terpelihara dengan baik,
walaupun ada insiden-insiden yang terjadi.Namun kita patut memberikan apresiasi kepada jajaran Puri dan TNI,serta seluruh elemen masyarakat yang telah bersama-sama mewujudkan Maluku yang aman dan damai.
Karena itu, tidak henti-hentinya saya mengajak basudara semua untuk terus merawat kerukunan dan
persaudaraan yang sudah kita capai. Karena pada dasarnya, menghadirkan kerukunan dan memuliakan persaudaraan
adalah cara orang Maluku membangun pilar-pilar peradaban,
dan kemanusiaan. Sambil terus mensyukuri kemajemukan yang kita miliki di Maluku.

“Masalah pangan dan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat adalah hal urgen,dan selalu menjadi salah satu prioritas utama kepemimpinan kami. Termasuk kami ingin memastikan agenda bulan Ramadhan dan Idul Fitri kali ini terasa tenang bagi setiap keluarga di Maluku.Oleh sebab itu, langkah-langkah pengembangan ketersediaan stok pangan dan bahan kebutuhan pokok,di seluruh
wilayah Maluku, sudah dijalankan oleh instansi-instansi terkait.

Kabar baiknya, berdasarkan neraca pangan, kita aman dalam dua bulan ke depan Ramadhan dan Idul Fitri.
Distribusi stok pangan dan bahan pokok akan terus berlangsung perminggu,sehingga masyarakat Maluku bisa berbelanja dengan wajar tanpa khawatir”.

Lewerissa menambahkan, dibalik setiap capaian yang ada, disadari sepenuhnya, masih banyak tugas yang belum tuntas, karena itu akan terus diupayakan membangun Maluku. ” Ini adalah perjuangan panjang yang tidak bisa instan,
butuh waktu, butuh kesabaran,
dan yang terpenting, tangan dingin kita semua,serta dukungan Bapak-Ibu Saudara-saudari menjadi energi utama bagi kami.Mari kita terus melangkah dalam barisan yang sama,menjaga persatuan dalam keberagaman,demi Maluku yang lebih baik dalam pelukan Ibu Pertiwi”.

Hal itulah yang mengantar kita ada dalam buka puasa bersama
di Rumah Kediaman Gubernur Maluku.Rumah ini adalah rumah besar Maluku,rumah kita bersama.
Rumah yang berdiri di atas fondasi pluralisme Maluku,yang tertata manis,harmoni dan penuh peng- hormat-an akan nilai persaudaraan.

“Kita orang Maluku adalah orang-orang yang dibesarkan dengan tradisi dan kearifan,
para leluhur,sagu salempeng patah dua, ale rasa beta rasa, pela gandong,Masohi, aini-ain, maren,
kalwedo, kidabela,ita wotu nusa,
retemena barasehe, kak wait, Lolik Lalen Fedak Fena, jargaria dan saka mese nusa.Semua itu telah mengajarkan masyarakat Maluku berbudaya mulia,bahwa kita boleh saja berbeda agama,boleh saja berbeda suku,berbeda rasa,bahasa ataupun warna kulit.Tetapi sejatinya kita adalah orang bahasudara yang hidup di atas tanah yang sama,hidup di negeri raja-raja dan yang mewarisi semangat siwalima.

Diakhir sambutannya Gubernur mengucapkan terima kasih . “Atas nama Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku,saya dan Pak Abdullah Vanath,kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada rekan-rekan Forkopimda Provinsi Maluku,pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku, beserta seluruh staf pemerintah Provinsi Maluku,Bupati Wali Kota Semaluku,
Forkopimda Kabupaten Kota,
pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kota Se- maluku,seluruh Kabupaten Kota Se – Maluku beserta seluruh staf,TNI, PORI, Instansi Vertikal,BUMN, BUMD, Perbankan,
Partai Politik, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat,dan Tokoh Pemuda,para Raja
dan Kepala Desa dalam Latupati Maluku,rekan-rekan Pers, Ormas, OKP,LSM, dan seluruh lapisan masyarakat Maluku
yang telah menjadi bagian dari perjalana pemerintahan dan pembangunan daerah setahun ini.Selaku manusia yang punya kekurangan dan keterbatasan,
kami juga memohon maafuntuk program dan target pembangunan yang belum maksimal.

Satu hal yang pasti,dalam semangat kebersamaan,kita akan terus memperbaikinya,par Maluku punk bae (Untuk Maluku yang baik )

Akhirnya, selaku pribadi,
keluarga dan pemerintah daerah,
saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasabRamadhan 1447 Hijriah
bagi semua umat muslim Maluku.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala,
sunantiasa memberkati dan merahmati kita semua” .

Latuapo ; Jangan Terpancing Isu SARA

Pada kesempatan tersebut Ustad Abdullah Latuapo yang adalah Ketua MUI Maluku dalam tausianya meminta seluruh komponen masyarakat Maluku untuk selalu menjaga ikatan persaudaraan, silaturahmi dalam bulan suci Ramadhan,

“Jangan terpancing isu-isu provokatif terutama isu SARA, mari sama-sama menjaga situasi keamanan di Maluku yang sudah baik ini, walaupun ada letupan-letupan kecil di sana-sini tapi dapat dikendalikan atas kerjasama semua pihak”.

Menurut Latuapo, tahun 2026 merupakan tahun rahkmat karena ditahun ini moment penting keagamaan jatuh pada waktu yang hampur bersamaan dan berdekatan
Yakni Minggu sengsara untuk umat Kristen Protestan, Imlek, puasa 40 hari untuk umat katolik, Ramadhan bagi umat Islam, beberapa waktu ke depan hati raya Idul Fitri.

“Allah menciptakan ini sebagai suatu keadaan yg indah, kita harus mengambil hikmah, kita semua berdoa dan merefleksi diri, kita berdoa dgn cara kita masing-masing .Kita berbeda tapi kita satu , berbeda agama, berbeda suku, ras, golongan namun kita adalah ciptaan yang mulia ALLAH SWT”. (Ritta.E. Lekatompessy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *