Tupamahu ; Masalah Keterbatasan Lahan Sementara DiCari Solusi
Ambon, Demokrasi Maluku ; Pendirian dan pengoperasian Koperasi Merah Putih (KMP) yang merupakan program pemerintah pusat yang mesti di lakukan oleh seluruh Negeri/Desa/Kelurahan di RI termasuk di Kota Ambon saat ini ada yang sudah beroperasi dan ada yang masih berproses karena terkendala lahan , sementara di cari solusi (jalan keluar) untuk mengatasinya.
Nova Tupamahu, SE.M.Si Kepala Bidang Koperasi Pada Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Ambon kepada pers di ruang kerjanya, Kamis (14/01/2026) mengemukakan, untuk koperasi Merah Putih di Kota Ambon sudah berdiri 50 koperasi pada semua Negeri/desa/kelurahan.
“Ada yang sudah beroperasi dengan menggunakan kantor desa dan ada juga yang sementara berproses untuk beroperasi’.
Yang sudah beroperasi jenis usahanya bervariasi ada jenis usaha simpan pinjam, kios sembako, usaha pertanian, perikanan dan sebagainya. “Jadi jenis usaha tidak ansih harus mengikuti apa yang diturunkan dari pemerintah pusat yakni tujuh (7) jenis usaha tapi disesuaikan dengan potensi yang ada di negeri/desa/kelurahan masing-masing”.
Untuk kota Ambon umumnya terkendala masalah lahan terutama ukuran, karena sesuai Juknis ukuran gerai KMP mestinya 30×20 meter persegi, sementara hingga hari ini untuk ukuran seperti itu hanya dimiliki dua desa/negeri yakni desa Wayame dan negeri Laha, menyusul sementara negeri Nusaniwe/Erie-Airlouw.
Untuk kendala ini Dinas telah melapor kepada wakil menteri koperasi, selain itu desa/negeri/kelurahan juga telah menyurati pemerintah provinsi Maluku dalan hal ini gubernur Maluku agar dapat memberikan aset pemerintah provinsi Maluku yang tidak di fungsikan di beberapa negeri/desa/kelurahan di kota Ambon untuk dapat dipakai membangun KMP
Ketika ditanyakan, jenis usaha akan bertabrakan dengan jenis usaha Bumdes Nova katakan , telah menyarankan kepada pengelola KMP untuk tidak membuka jenis usaha yang sama dengan Bumdes, demikian Nova
Harapan kami, semua pengurus yang ada sudah harus bergerak mengoperasikan KMP,walaupun anggaran dyang dikucurkan karena ada beberapa KMP yang sudah beroperasi, kata dia. (Ritta E.Lekatompessy).












