Piru, Demokrasi Maluku ; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Berencana mengembangkan makanan olahan, oleh-oleh berbahan sagu untuk djadikan makanan khas Seram Bagian Barat maupun oleh-oleh, demikian Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Seram Bagian Barat Reny Rosbayani Asri kepada sejumlah wartawan di sela-sela acara syukuran HUT SBB ke-22 di Pendopo Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat ,Kamis (08/01/2026).
Menurutnya, potensi sagu dikabupaten SBB cukup tinggi karena itu kita harus kembangkan , tidak bisa dibiarkan, kita harus mengembangkan nya sebagai makanan untuk konsumsi sehari-hari maupun dijadikan oleh-oleh guna mengembangkan UMKM , demikian Reni.
Diolah menjadi bermacam-macam jenis kue juga papeda dan lainnya.
Sagu itu sangat sehat ,mengenyang -kan dan tidak membuat kita gemuk .
Setelah saya turun dari desa ke desa mulai dari Elpaputih hingga Taniwel saya lihat makanan disini enak-enak berasal dari sagu dan umbi-umbian yang merupakan potensi lokal SBB karena itu sangat disayangkan kalau tidak dikembangkan.
Bu
“Saya tak pernah membeli bahan-bahan makanan atau kue , jajanan dari luar SBB, semua saya beli pangan lokal SBBuntuk konsumsi sehari-hari, kata dia pula.
” Beberapa waktu mendatang kita akan melaunchingnya, saat ini kita sementara mengurus hak ciptanya, moga pada HUT PKK di bulan Maret sudah di launcing .
Terkait pengembangan batik khas SBB akan dikembangkan dalam beberapa warna yakni merah,hitam, putih dan biru . Kenapa memilih merah hitam karena merah dan hitam merupakan warna adat SBB dan Maluku umumnya.” Saya menghargai ada-istiadat karena itu sejak kemarin saya menggunakan merah hitam, walaupun warna partai kita biru tapi bagi saya bukan soal partai saja tapi soal menjunjung tinggi adat-istiadat daerah kita
Insya Allah semua berjalan dengan baik, sekalipun kita ketahui bersama bahwa dana saat ini terbatas tapi kita tetap berusaha demi untuk kemajuan SBB yang lebih baik ke depan. (Ritta.E.Lekatompessy)











