Ambon, Demokrasi Maluku ; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Ambon, Ronald Lekransy, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) atas peran strategisnya dalam pemerataan informasi, khususnya di wilayah kepulauan. Apresiasi ini disampaikan pada Musyawarah Lokal (Muslok) ke-11 ORARI Lokal Kota Ambon, yang diadakan di Aula Kantor Dinas Kominfo Provinsi Maluku, Sabtu (22/11/2025).
Dalam sambutannya, Ronald Lekransy menekankan bahwa ORARI, sebagai salah satu organisasi radio amatir tertua di Indonesia, telah memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung pemerintahan dan pelayanan publik.
“ORARI lahir sekitar tahun 1968, yang berarti tahun ini berusia 57 tahun. Ibarat seorang Pegawai Negeri Sipil, sudah hampir memasuki masa pensiun. Namun, ORARI justru semakin matang dan kontribusinya sangat luar biasa,” ujarnya.
Lekransy menyoroti peran vital ORARI dalam situasi genting, seperti bencana alam dan pandemi COVID-19. “Saat bencana terjadi, ORARI selalu berada di garis depan sebagai jembatan informasi yang sangat penting. Begitu pula saat pandemi COVID-19, ketika interaksi masyarakat sangat dibatasi, ORARI tetap aktif menyampaikan informasi dan fakta yang akurat,” jelasnya.
Ronald juga menambahkan bahwa ORARI memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, sesuai dengan amanat undang-undang.
Peran Penting ORARI dalam Pemerataan Informasi di Maluku
Sebagai wilayah dengan ratusan pulau, Maluku sangat membutuhkan sistem komunikasi yang menjangkau daerah terpencil. Ronald menekankan bahwa ORARI dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini.
“Bayangkan Maluku dengan 680 pulau yang terpisah, ditambah lebih dari 100 desa dan wilayah yang jauh dari pusat kabupaten tanpa adanya komunikasi darurat. Masyarakat di wilayah tersebut akan terisolasi,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ORARI dianggap sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat komunikasi, mendukung pemerintahan, meningkatkan pelayanan publik, dan mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Maluku.
Namun, Ronald mengingatkan agar ORARI terus meningkatkan kapasitas, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi terkini di era digital ini. “Saat ini, ada banyak radio amatir berbasis aplikasi yang bahkan dapat digunakan lintas negara. Jika ORARI tidak beradaptasi dengan teknologi, maka akan tertinggal,” tegasnya.
Ronald juga mengapresiasi tema Musyawarah Lokal ke-11 ORARI Kota Ambon, yaitu: “Meningkatkan kualitas, solidaritas, dan sinergisitas ORARI untuk mewujudkan Ambon yang lebih maju.” Menurutnya, tema ini mencerminkan penguatan kapasitas internal ORARI serta sinergi dengan pemerintah sebagai kontribusi nyata kepada masyarakat.
Di akhir sambutannya, Ronald berharap agar musyawarah ini menghasilkan rumusan strategis dan pemimpin yang visioner, sehingga ORARI dapat semakin relevan dengan perkembangan zaman.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kontribusi ORARI dalam penyebaran informasi publik dan penanganan kondisi darurat. Semoga Muslok ini menghasilkan gagasan-gagasan besar untuk kemajuan ORARI dan pembangunan Kota Ambon,” pungkasnya.(DM10).
.
















