AMBON – Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, mengajak seluruh generasi muda untuk memperkuat semangat bela negara dengan menjaga persatuan, meningkatkan karakter, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota saat memberikan keterangan dalam rangka pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan diseminasi pembinaan kesadaran bela negara yang digelar oleh Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Kota Ambon.
Bodewin menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertahanan yang telah memilih Kota Ambon sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kepercayaan itu menjadi momentum penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan, khususnya di kalangan generasi muda.
“Pemerintah Kota Ambon menyampaikan terima kasih kepada Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang telah menjadikan Kota Ambon sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi dan diseminasi pembinaan kesadaran bela negara,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Ambon berkomitmen mendukung seluruh program yang bertujuan meningkatkan kesadaran bela negara. Berbagai kegiatan pembinaan karakter, mental, dan spiritual terus dilakukan sebagai upaya membentuk generasi muda yang tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh dampak negatif perkembangan zaman.
Menurut Bodewin, penguatan kohesi sosial dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas serta persatuan masyarakat di Kota Ambon.
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai simbol nyata kecintaan terhadap bangsa dan negara.
“Kalau dulu kita antusias mengibarkan bendera tim sepak bola saat Piala Dunia, kini saatnya kita mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai bentuk cinta tanah air dan semangat bela negara,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bodewin juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan, termasuk persoalan yang bernuansa rasisme maupun identitas.
Ia meminta masyarakat tetap tenang apabila terjadi persoalan yang mengandung unsur pidana dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.
“Jangan memperuncing keadaan atau terbawa emosi yang justru merugikan kita semua. Percayakan proses hukum kepada pihak yang berwenang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bodewin menekankan bahwa generasi muda Kota Ambon harus dipersiapkan menjadi pelaku utama pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, bukan hanya menjadi penonton.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, menjaga persaudaraan, serta mendukung pembangunan nasional sebagai investasi bagi masa depan Kota Ambon, Provinsi Maluku, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.tasya

















