Wagub Maluku Minta Investasi Jepang Berorientasi Pada Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Ambon0 views

Ambon, Demokrasi Maluku ;; Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath mendorong pemerintah & investor Jepang untuk berinvestasi dengan orientasi pada penyerapan tenaga dan juga produk lokal.

“Kalau boleh investasi lebih berorientasi pada serapan tenaga kerja dalam negeri terutama penyerapan tenaga kerja masyarakat Maluku , investasi besar harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat dimana proyek itu berada, demikian Vanath usai kepada sejumlah wartawan usai menerima kunjungan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu, P. hD di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (25/02/2026).

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Pertemuan tersebut membahas keberlanjutan investasi Jepang di Maluku, termasuk proyek strategis Blok Masela.

Wagub mengatakan, “Maluku tidak boleh hanya menjadi lokasi proyek, tetapi harus ikut merasakan manfaat melalui kesempatan kerja dan keterlibatan dalam rantai pasok. tenaga kerja lokal diberi ruang lebih luas dalam proses perekrutan.

Untuk itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk kemampuan bahasa dan keterampilan sesuai standar Jepang, menjadi perhatian serius pemerintah daerah”.

Selain tenaga kerja, Vanath juga menyoroti peluang sektor pertanian dan perikanan. Ia menilai kebutuhan logistik dan konsumsi tenaga kerja serta komunitas Jepang di Maluku dapat dipenuhi oleh produk lokal, asalkan kualitasnya disesuaikan dengan standar yang berlaku.

“Pasarnya ada. Tinggal bagaimana kita siapkan kualitasnya supaya tidak diisi dari luar,” tegasnya.
Pemerintah daerah telah meminta dinas terkait menyiapkan langkah konkret, termasuk dukungan kebijakan dan penganggaran ke depan, agar produk Maluku mampu bersaing dan memenuhi standar internasional.

Sementara itu, Takonai menyampaikan komitmen Jepang memperkuat kerja sama dengan Maluku di berbagai sektor, termasuk perikanan, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Ia juga menyebut adanya program hibah bagi masyarakat untuk mendukung pembangunan fasilitas umum.
Pertemuan tersebut menegaskan arah kerja sama yang lebih luas, di mana investasi Jepang di Maluku diharapkan tidak hanya menghadirkan proyek besar, tetapi juga membuka lapangan kerja dan pasar baru bagi produk lokal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *