Kodam XV/Pattimura Dalami Dugaan Judi Kartu, Sejumlah Prajurit Jalani Pemeriksaan Intensif

TNI POLRI1 views

AMBON – Kodam XV/Pattimura bergerak cepat menindaklanjuti dugaan keterlibatan sejumlah prajurit dalam aktivitas permainan kartu yang diduga mengandung unsur perjudian di kawasan Kafe Ujung Jembatan Merah Putih (JMP), Kota Ambon.

Sejumlah personel yang terlihat bermain kartu dengan mengenakan atribut TNI tersebut kini tengah menjalani pemeriksaan untuk memastikan apakah aktivitas yang dilakukan melanggar aturan disiplin maupun hukum militer.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Kepala Penerangan Kodam XV/Pattimura, Kolonel Inf Adi Swastika, mengungkapkan bahwa para prajurit yang diduga terlibat telah dimintai keterangan oleh Staf Intelijen Kodam XV/Pattimura.

Hal itu disampaikannya di Ambon, Sabtu (7/11/2026). Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara intensif guna mengungkap fakta sebenarnya di balik aktivitas permainan kartu tersebut.

Menurut keterangan sementara, personel yang berada di lokasi merupakan pengemudi dan ajudan yang sedang melaksanakan tugas pengamanan serta mendampingi pimpinan. Mereka diketahui mengisi waktu dengan bermain kartu sembari menunggu pimpinan menyelesaikan kegiatan.

“Para personel tersebut saat itu sedang menunggu selesainya kegiatan pimpinan. Karena waktu menunggu cukup lama hingga larut malam, mereka mengisi waktu luang dengan bermain kartu secara santai,” jelas Adi.

Meski demikian, Kodam XV/Pattimura belum dapat memastikan apakah permainan kartu tersebut melibatkan taruhan uang atau materi lainnya. Karena itu, pendalaman masih terus dilakukan dengan meminta keterangan sejumlah personel dan saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

“Perihal penggunaan materi atau uang dalam aktivitas tersebut, proses pemeriksaan masih berjalan dan terus didalami,” ujarnya.

Adi menegaskan, Kodam XV/Pattimura tidak akan memberikan toleransi apabila dalam pemeriksaan ditemukan bukti keterlibatan prajurit dalam praktik perjudian. Jika terbukti menggunakan uang sebagai taruhan, para personel yang bersangkutan akan diproses sesuai ketentuan hukum militer yang berlaku.

“Apabila dari hasil pendalaman lanjutan terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa oknum anggota tersebut benar-benar menggunakan uang atau terlibat dalam perjudian, Kodam XV/Pattimura memastikan akan langsung memproses hukum oknum yang bersangkutan sesuai aturan dan ketentuan hukum militer yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap prajurit TNI wajib menjaga sikap, perilaku, serta kehormatan institusi, termasuk ketika berada di luar lingkungan kedinasan. Terlebih, penggunaan atribut resmi TNI dalam aktivitas yang berpotensi melanggar hukum dapat berdampak terhadap citra dan nama baik satuan.

Atas kejadian tersebut, Kodam XV/Pattimura menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keresahan yang ditimbulkan. Institusi TNI, kata Adi, berkomitmen menindak tegas setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin maupun hukum.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan anggota TNI. Laporan dapat disampaikan kepada Polisi Militer sebagai aparat penegak hukum di lingkungan TNI.

“Kalau ada tindak pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum, ada baiknya segera dilaporkan kepada Polisi Militer sebagai aparat penegak hukum di lingkungan TNI,” imbaunya.

Selain itu, Adi meminta media massa tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dan objektivitas dalam memberitakan persoalan tersebut. Ia menegaskan, apabila terbukti terjadi pelanggaran, tindakan itu merupakan tanggung jawab pribadi prajurit yang bersangkutan dan tidak mencerminkan institusi TNI secara keseluruhan.

Dengan demikian, Kodam XV/Pattimura memastikan proses pemeriksaan akan terus berjalan hingga diperoleh kejelasan mengenai ada atau tidaknya unsur perjudian dalam aktivitas permainan kartu tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *