Kapasitas Terminal Bandara Pattimura Tertinggal dari Jumlah Penumpang

Ambon92 views

 

Ambon,  Demokrasi Maluku ; Terminal penumpang Bandara Pattimura Ambon menghadapi tantangan kapasitas di tengah pertumbuhan jumlah penumpang. Terminal yang dirancang untuk melayani 800 ribu penumpang per tahun itu kini disebut telah melayani sekitar 1,3 juta penumpang, melampaui kapasitas desain sebesar 500 ribu orang.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Persoalan kapasitas tersebut menjadi perhatian di tengah perkembangan terbaru Bandara Pattimura setelah gedung terminal penumpang resmi mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dari Pemerintah Kota Ambon.

Sertifikat tersebut diserahkan langsung Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, kepada General Manager Bandara Pattimura, Johan Seno Acton, di Kantor Wali Kota Ambon, 23 September 2026.

Penerbitan SLF menandai terpenuhinya persyaratan kelaikan fungsi bangunan terminal. Sebelumnya, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang menggantikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), juga telah diselesaikan.

Namun, penyelesaian aspek legalitas bangunan belum menjawab tantangan kapasitas terminal yang harus mengimbangi pertumbuhan jumlah penumpang.

Dengan jumlah penumpang mencapai 1,3 juta orang per tahun, realisasi pelayanan terminal telah melampaui kapasitas desain sekitar 62,5 persen. Kondisi tersebut menempatkan pengembangan fasilitas sebagai salah satu kebutuhan yang perlu mendapat perhatian manajemen bandara.

Sebelumnya, pengembangan terminal melalui beautifikasi, penambahan gate dan garbarata telah masuk dalam rencana. Namun, kepastian tahapan pelaksanaan, target penyelesaian, serta kapasitas tambahan yang akan dihasilkan masih perlu dijelaskan lebih lanjut.

Pertumbuhan aktivitas penerbangan juga terlihat dari data periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang mencatat 547 pergerakan pesawat, meningkat 8,5 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Peningkatan tersebut menjadi gambaran perkembangan trafik penerbangan di Bandara Pattimura. Di sisi lain, pertumbuhan penumpang membutuhkan kesiapan fasilitas terminal yang memadai agar pelayanan dapat berjalan seimbang dengan peningkatan aktivitas penerbangan.

Manajemen Bandara Pattimura menyatakan fokus operasional pada 2026 diarahkan pada pelayanan, keamanan, keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Meski demikian, pengembangan kapasitas terminal menjadi persoalan yang perlu mendapat penjelasan lebih konkret, terutama menyangkut jadwal penambahan fasilitas dan kemampuan terminal mengantisipasi pertumbuhan penumpang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *