Cabai Rawit Tembus Rp.160 Ribu per Kg Inawati: Pemprov Maluku Jual Rp40 Ribu Lewat Pangan Murah

Ambon298 views

Ambon,- Harga cabai rawit di Kota Ambon melonjak hingga Rp160.000 per kilogram. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Mardika dengan menjual cabai seharga Rp40.000 per kilogram, Jumat (23/10/2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Inawati Bin Tahir, dalam keterangannya, mengatakan kenaikan harga cabai dalam dua bulan terakhir dipengaruhi terbatasnya pasokan akibat kemarau panjang yang berkaitan dengan fenomena El Nino, penurunan produksi lokal, serta tingginya biaya distribusi dari daerah sentra produksi ke Kota Ambon.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Mardika, harga cabai rawit saat ini berkisar Rp140.000 hingga Rp160.000 per kilogram.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena cabai merupakan komoditas pangan strategis yang turut memengaruhi inflasi daerah.

Menurut Inawati, produksi cabai lokal mengalami penurunan akibat berkurangnya ketersediaan air tanah dan dampaknya dirasakan di sejumlah daerah sentra produksi, termasuk Kabupaten Buru dan Kabupaten Maluku Tengah, yang tanaman cabainya mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut menyebabkan pasokan cabai ke Kota Ambon semakin terbatas, sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi.

Untuk membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga, Pemprov Maluku sebelumnya melaksanakan Gerakan Pangan Murah di Desa Galala dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, dan cabai dengan harga terjangkau.

“Jadi melalui GPM khusus cabai rawit di Pasar Mardika. Sebanyak 40 kilogram cabai disediakan dengan harga Rp40.000 per kilogram, agar dapat dinikmati lebih banyak warga, pembelian dibatasi maksimal 250 gram atau seperempat kilogram per orangungkap Inawati.

Dirinya menjelaskan, Gerakan Pangan Murah Serentak yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-46, ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, menjaga daya beli, serta mendukung pengendalian inflasi daerah.

Selain melakukan intervensi harga melalui GPM, Pemprov Maluku bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku tengah mengupayakan pengiriman cabai rawit dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebanyak 1.000 kilogram atau satu ton.

Pengiriman tersebut direncanakan menggunakan pesawat komersial melalui Surabaya sebelum akhir Oktober 2026, dan tambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi tekanan harga di pasar.

Inawati menegaskan, kerja sama antardaerah menjadi langkah penting untuk mengatasi keterbatasan produksi lokal, terutama di tengah kondisi cuaca panas berkepanjangan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan cabai secara bijak sesuai kebutuhan, mengingat kondisi cuaca panas diperkirakan masih berlangsung. Berdasarkan informasi BMKG yang dirujuk, hujan diperkirakan baru kembali turun pada Maret 2027.

Pemprov Maluku, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Bank Indonesia, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan keamanan pangan.

“Pemerintah Provinsi Maluku akan terus berupaya semaksimal mungkin melalui koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pihak agar ketersediaan pangan tetap terjaga, harga terjangkau, dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Samua Par Maluku Pung Bae,” tutup Inawati. ( Diskominfo Promal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *