IKABADA Ambon Gelar HUT ke-44 dan HUT Gedung Gereja Tua  Ebenhaezer ke-108

Ambon206 views

Ambon,Demokrasi Maluku ; Ikatan Keluarga Batumerah Damer (IKABADA) Ambon menggelar perayaan HUT ke-44 tahun dan HUT  Gedung Gereja Ebenhaezer Batumerah-Damer – Kecamatan Damer Kabupaten Maluku Barat Daya ke-108, berlangsung di rumah Keluarga Entho Helweldery,
Kawasan Gunung Nona Kelurahan Benteng -Kecamatan -Nusaniwe Kota Ambon, Minggu (18/10/2026).

IKABADA didirikan pada 10 Oktober 1982, Gedung Gereja Tua Ebenhaezer dibangun pada 18 Oktober 1918 dan telah  terdaftar sebagai Situs cagar Budaya melalui
SK Bupati Maluku Barat Daya Nomor 452-2-473 Tahun 2014.

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

Ibadah berlangsung dalam nuansa etnik  Amaya dengan menggunakan bahasa Batumerah/Bahasa Amaya/Wnyol Mayawoni). Berlangsung hikmat dan penuh kekeluargaan . Pembawa Acara (MC) Dewi Halono menyapa hadirin pada pembukaan acara  dengan menggunakan bahasa Amaya , dilanjutkan dengan ibadah syukur  yang dipandu oleh sesepuh IKABADA Ambon Andi Halono .

Warga IKABADA anak negeri Amaya dan hadirin tampak bersukacita, mensyukuri kebaikan TUHAN, mendengar dan merenungkan pembacaan dan mengikuti  refleksi  Firman Tuhan yang terambil dari Matius 5 :1- 3 (kleslo hurto Kmedmedani -Matiuso 5: 1-3).

Usai ibadah dilanjutkan dengan menampilkan selayang pandang sejarah berdirinya Gedung Gereja Tua Ebenhaezer, oleh Wulan Teslatu.  Pada moment ini Warga maupun hadirin  hanyut dalam keharuan . Wulan kemudian melanjutkan dengan menampilkan Sejarah berdirinya IKABADA Ambon .

Salah satu lagu yang dinyanyikan dalam bahasa Amaya adalah
LO MATRUMATANI ITITO KWAHCRUWOLI Lo matrumatani Itito kwachruwoli
Lo matrumatani Itito kwachruwoli
Lo matrumatani Itito kwachruwoli
Lawaye ne prorror hehheyo
Lo Matrumatani Itito kawchruwoli

Dalam sambutannya Ketua IKABADA Ambon Ghenez Umpenawany mengemukakan,
“Gedung Gereja Tua Ebenhaezar di negeri Amaya yang kita rayakan pada usia 108 tahun hari ini, masih berdiri hingga sekarang, karena pertolongan TUHAN”.

Menurut dia, sebelumnya jemaat Kristen Batumerah mengabaikan pembangunan Gedung gereja tersebut, sampai umat mengalami penderitaan / wabah penyakit yang hebat atau dalam bahasa Amaya (PAPATCHA KPAUNI ), yang memakan banyak korban jiwa warga/umat Kristen Batumerah saat itu, namun karena Cinta Kasih TUHAN maka warga Batumerah/negeri Amaya menyadari bahwa Kasih TUHAN lah yang sanggup menyelamatkan.

Pada 18 Oktober 1918, awal mula gedung gereja Ebenhaezar Batumerah dibangun, setelah sekian lama, kemudian diresmikan pada 18 oktober 1932.

18 Oktober 2026 Gedung Gereja Tua Ebenhaezar Batumerah sudah berusia 108 tahun, demikian juga lKABADA Ambon pada 10 Oktober 2026 telah berusia 44 tahun, atas izin TUHAN, karena itu biarlah IKABADA-AMBON tetap ada untuk menyatukan semua warga Negeri Amaya/ Negeri Batumerah, yang berdomisili di kota Ambon, agar saling melayani dan mengashi satu sama lain dan tetap berdiri menyatakan kebaikan TUHAN .

Filosofi Amaya: “Pas’n Teta ne chorcha pasu Yawein ne keyaweinwe ne chorcha yaweinnyo
Mani mkeret rechrechrech ne wcow rechrechi (bisa /tidak bisa harus bisa, apapun masalahnya harus bisa diselesaikan dengan baik,demikian Umpenawany menutup sambutannya.

Pesan dan nasehat disampaikan sesepuh IKABADA Ambon Iphus Halono dalam bahasa Amaya (deo mtucheni).

Iphus mengatakan, hidup saling mengasihi diinginkan TUHAN dalam persekutuan orang basudara.

Hadir dalam perayaan HUT tersebut sesepuh dan pembina IKABADA – Ambon Andi halono
Ny. Ma Tomasoa/Umpenawany ,AL.Umakpauny,
Yan Tetimelay, Henry Lokwaty,
Fons Newnuny, Piet Manuhutu, Ny. Mien Newnuny/ Manuhutu,Iphus Halono dan basudara, adik – kaka, anak cucu negeri Amaya serta para undangan antara lain ; Sekretaris Komunitas peduli Damer Ambon dan Sekretaris P3MD.
Acara tersebut diakhiri dengan Foto bersama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *