Forum Majelis Latupatti Diharapkan Memberi Kontribusi Nyata Menjawab Persoalan Sosial Di Maluku

Ambon, Parlemen56 views

Reza Maspaitella Terpilih Sebagai Ketua Majelis Latupatti

Ambon, Demokrasi Maluku ; Saadiah Uluputty ,anggota DPR RI asal Maluku dari Fraksi PKS melihat forum Majelis Latupatti Maluku sebagai lembaga adat tertinggi di Maluku,karena itu dia berharap forum Latupatti dapat memberi kontribusi nyata dalam menjawab persoalan sosial di Provinsi Maluku,hal ini disampaikan usai mengikuti pembukaan Mubes Latupatty IV, berlangsung di Baileo Oikumene Ambon ,Jumat ,(16/10/2026)

http://demokrasimaluku.com/wp-content/uploads/2024/08/20240817_081242-6.jpg

” Mubes IV Majelis Latupati tidak boleh berhenti pada agenda pemilihan atau pelantikan pengurus saja, kepengurusan yang terbentuk harus mampu menunjukkan kontribusi nyata dalam menjawab persoalan sosial yang masih terjadi di Maluku.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah konflik antardesa dan antarnegeri. Ia berharap Majelis Latupati dapat mengambil peran lebih aktif dalam membangun komunikasi, mendorong penyelesaian konflik, serta memperkuat kembali hubungan persaudaraan di tengah masyarakat”.

Dia mengingatkan pentingnya menjaga nilai Pela Gandong sebagai warisan budaya yang menjadi fondasi persaudaraan masyarakat Maluku. Nilai tersebut perlu terus dihidupkan, bukan hanya sebagai tradisi, tetapi juga sebagai pedoman dalam membangun perdamaian dan merawat kebersamaan.

Ia berharap Majelis Latupati ke depan semakin berperan sebagai penjaga nilai adat, penguat persatuan, dan mitra masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di daerah.Dengan perlindungan hak masyarakat adat dan penguatan peran lembaga adat, Saadiah berharap pembangunan Maluku dapat berjalan lebih adil, sementara nilai-nilai budaya dan persaudaraan tetap terjaga di tengah perubahan zaman.

Selain itu forum tersebut menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus menegaskan kembali peran penting lembaga adat dalam kehidupan masyarakat Maluku.

Menurutnya, proses musyawarah harus berlangsung dengan menjunjung tinggi moralitas, sportivitas, kebersamaan, dan sikap saling menghormati. Siapa pun yang terpilih memimpin organisasi harus diterima dengan kedewasaan demi menjaga persatuan.

“Maluku sebagai negeri adat dan tanah raja-raja tetap menjunjung tinggi moralitas, sportivitas, kebersamaan, persatuan, dan kohesi sosial. Forum ini harus menjadi contoh bahwa kita telah dewasa dalam menyikapi perbedaan,” katanya lagi.

Dukung Penuh Blok Masela,Perlindungan Hak Masyarakat Adat Jadi Prioritas

Menjawab pertanyaan wartawan terkait pembangunan Blok Masela Uluputty mengatakan ,semua ohak.mendukung penuh pembangunan Blok Masela nun perlindungan bagi hak -hak masyarakat adat menjadi prioritas.

Investasi memang penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi jangan sampai masyarakat yang telah hidup turun-temurun di wilayah tersebut justru kehilangan haknya. Hal mereka terkait ruang hidup yang selama ini menjadi tempat bagi keberlangsungan hidup masyarakat Lermatang dan sekitarnya juga sangat-sangat penting untuk tetap dilindungi dan dihormati.

Pembahasan rancangan undang-undang tentang per- lindungan masyarakat hukum adat di DPR RI menjadi momentum penting untuk memperjuangkan kepastian hukum bagi komunitas adat. Berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat adat, termasuk pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi yang belum terealisasi, perlu mendapat perhatian serius.

Hal tersebut juga diarahkan pada proyek Blok Masela, khususnya terkait hak masyarakat Lermatang dan komunitas adat di sekitar wilayah eksplorasi.

Dukungan terhadap investasi tidak berarti mengabaikan hak masyarakat yang terdampak. Sebaliknya, pembangunan harus dilaksanakan dengan memperhatikan keadilan, penghormatan terhadap hak ulayat, serta pemberian ganti rugi yang layak sesuai hak masyarakat dan aturan perundang-undangan yang berlaku,katanya.

“Kita tentu mendukung penuh investasi dan pembangunan Blok Masela agar dapat berjalan dengan baik. Namun, hak-hak masyarakat Lermatang dan masyarakat adat di sekitar wilayah eksplorasi juga harus diperhatikan. Mereka berhak mendapatkan ganti rugi yang layak dan sepadan sesuai dengan hak yang dimiliki,” ujarvdia.

Menurut Saadiah , tanah adat bukan sekadar wilayah pembangunan, melainkan bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, keberadaan masyarakat adat, termasuk di Desa Lermatang dan sekitarnya, tidak boleh dikesampingkan dalam proses pembangunan.

Dia juga berharap investasi Blok Masela dapat memberikan manfaat bagi Maluku tanpa mengorbankan hak-hak masyarakat lokal. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menghadirkan keadilan bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah proyek, ujar Saadiah .

Reza Maspaitella

Dalam Mubes tersebut Reza Maspaitella yang saat ini menjabat sebagai Ketua Latupatti pulau Ambon terpilih sebagai Ketua menggantikan Kepengurusan sebelumnya. (Ritta E.Lekatompessy )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed