AMBON — Komandan Kodim (Dandim) 1504/Ambon, Letkol Inf. Rudolof Gleen Paulus, menghadiri pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) IV Majelis Latupati Provinsi Maluku yang berlangsung di Baileo Oikumene, Kota Ambon, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan masyarakat melalui nilai-nilai adat dan budaya Pela Gandong.
Mubes IV Majelis Latupati Maluku mengusung tema “Memperkokoh Persatuan Pela Gandong, Menciptakan Maluku yang Damai, Bermartabat dan Sejahtera”. Forum ini menjadi wadah bagi para pemimpin adat dari berbagai negeri di Maluku untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, mempererat hubungan persaudaraan, serta merumuskan langkah strategis dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.
Pembukaan Mubes IV dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Abdullah Vanath, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie, anggota DPR RI daerah pemilihan Maluku Saadiah Uluputty, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, tokoh adat, tokoh agama, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pemimpin adat memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, merawat kepercayaan masyarakat, serta memastikan aspirasi warga dapat tersampaikan dan ditindaklanjuti dengan baik.
Ia juga mendorong Majelis Latupati agar terus menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat, termasuk sengketa batas wilayah dan konflik antarnegeri.
Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut harus mengedepankan dialog, dengan mempertimbangkan sejarah, bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, hukum adat yang relevan, serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Selain menjaga hubungan antarnegeri, para pemimpin adat juga diharapkan berperan aktif meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana, menjaga kelestarian lingkungan, dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait.
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Latupati Maluku, Haji Ibrahim M.H. Wokas, menyampaikan bahwa pelaksanaan Mubes IV merupakan kesempatan penting untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus memperkuat peran lembaga adat dalam kehidupan sosial masyarakat Maluku.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para latupati, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan selama masa kepemimpinannya.
Salah satu agenda utama Mubes IV adalah pemilihan Ketua Umum dan pengurus Majelis Latupati Provinsi Maluku untuk periode 2026–2031. Kepengurusan yang baru diharapkan mampu melanjutkan upaya penguatan kelembagaan adat sekaligus menjaga nilai-nilai persaudaraan yang menjadi identitas masyarakat Maluku.
Rangkaian pembukaan kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, laporan ketua panitia, serta pertunjukan tari lenso oleh Jujaro Mongare dari Negeri Rutong. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua umum, persembahan lagu dari Trio Galax, dan sambutan Gubernur Maluku yang sekaligus membuka musyawarah secara resmi.
Kehadiran Dandim 1504/Ambon dalam kegiatan tersebut mencerminkan partisipasi TNI dalam mendukung upaya menjaga stabilitas dan keharmonisan masyarakat melalui sinergi bersama pemerintah daerah, pemimpin adat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.
Melalui Mubes IV ini, Majelis Latupati Maluku diharapkan semakin memperkuat peran lembaga adat sebagai perekat persaudaraan, sehingga nilai-nilai Pela Gandong tetap terpelihara dan menjadi landasan dalam membangun Maluku yang damai, bersatu, dan sejahtera.
tasya



















